Fasilitas Pembenihan Tanjung Batu Dinilai Jadi Peluang Besar

Rabu, 20 Mei 2026
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto

NUSANTARAKALTIM, BERAU-DPRD Berau mendorong pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap pengembangan fasilitas pembenihan udang windu di Tanjung Batu. Langkah itu dinilai penting agaar kebutuhan bibit petambak di Berau tidak terus bergantung dari luar daerah.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan hatchery yang mulai berjalan di kawasan pesisir tersebut harus menjadi prioritas pengembangan, karena potensi pasar udang windu di Berau cukup besar dan terus tumbuh setiap tahun.

Menurutnya, selama ini kebutuhan benur sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah. Kondisi tersebut membuat petambak harus menghadapi biaya tambahan dan risiko kualitas bibit saat distribusi.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto

“Kalau bibit sudah bisa dipenuhi dari Berau sendiri, tentu lebih menguntungkan bagi petambak. Tidak lagi tergantung pasokan luar,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan hatchery lokal memberi keuntungan langsung bagi pembudidaya, terutama dari sisi kualitas benur. Bibit yang tidak menempuh perjalanan jauh dinilai lebih segar dan lebih siap ditebar ke tambak.

Hal itu berdampak pada tingkat kelangsungan hidup udang yang lebih tinggi, sehingga hasil budidaya berpotensi meningkat.

“Benur lokal lebih segar karena tidak melalui pengiriman panjang. Ini bisa meningkatkan hasil panen petambak,” jelasnya.

Dedy menambahkan, sektor budidaya udang windu tidak hanya bicara soal penyediaan bibit, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Jika kapasitas hatchery ditingkatkan, Berau dinilai bisa menjadi daerah pemasok benur bagi wilayah lain.

Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat fasilitas yang ada, baik dari sisi sarana, teknologi pembenihan, maupun dukungan terhadap petambak agar sektor ini berkembang lebih maksimal.

“Kalau dikelola serius, ini bisa jadi sektor unggulan baru yang menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir,” pungkasnya.

Reporter: Akmal I Editor: Sarno

Bagikan