Dokumen Agunan Hilang Sejak 2014, BSI Didemo KSPSI

Kamis, 21 Mei 2026
Puluhan massa KSPSI menggelar aksi damai di depan kantor Bank Syariah Indonesia di Balikpapan

Puluhan massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar aksi damai di depan kantor Bank Syariah Indonesia kawasan Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 4, Balikpapan, Rabu (20/5/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pihak bank agar segera menyelesaikan persoalan hilangnya dokumen agunan milik salah satu nasabah.

Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah spanduk dan menyampaikan tuntutan agar pihak bank memberikan kepastian hukum serta tanggung jawab atas hilangnya dokumen penting yang disebut terjadi sejak 2014 lalu.

Ketua KSPSI Agus mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap nasabah bernama Herman Arsyad yang hingga kini masih berupaya mendapatkan kejelasan terkait dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) miliknya yang hilang saat berada dalam penguasaan bank.

Puluhan massa KSPSI menggelar aksi damai di depan kantor Bank Syariah Indonesia di Balikpapan

“Sudah bertahun-tahun belum ada penyelesaian yang jelas. Kami meminta pihak bank serius menyikapi persoalan ini,” ujarnya saat menyampaikan orasi.

Sementara itu, Herman Arsyad menjelaskan, dokumen IMB rumah miliknya seharusnya dikembalikan setelah proses pelunasan kredit pada September 2014. Namun saat pengambilan berkas agunan, salah satu dokumen penting disebut tidak ditemukan.

Ia mengaku kecewa lantaran alasan yang diterima dari pihak bank hanya karena dokumen tersebut diduga tercecer. Menurutnya, kehilangan itu berdampak besar karena rumah miliknya berada di kawasan pesisir pantai yang kini sulit memperoleh kembali izin serupa.

Herman menyebut persoalan tersebut sebenarnya telah menempuh jalur hukum pada 2016. Dalam putusan pengadilan, pihak bank dinyatakan melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan diminta mengembalikan dokumen asli atau membantu pengurusan dokumen pengganti.

Namun hingga memasuki 2026, Herman mengaku belum mendapatkan solusi yang diharapkan. Ia berharap pihak bank dapat segera memberikan bentuk pertanggungjawaban yang nyata.

“Aksi ini sudah beberapa kali dilakukan karena belum ada titik terang. Kami hanya ingin hak nasabah dipenuhi,” katanya.

Di sisi lain, Ketua KSPSI Agus menegaskan aksi damai akan terus dilakukan apabila belum ada kepastian penyelesaian dari pihak bank terkait hilangnya dokumen tersebut.(Tim news)

Bagikan