NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, mulai mengembangkan kawasan wisata Danau Sigending di Kecamatan Bidukbiduk melalui pendekatan berbasis masyarakat.
Staf Bidang Pengembangan Pariwisata Disbudpar Berau, Andi mengatakan, penguatan peran kampung menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan destinasi yang tengah naik daun tersebut.
“Skema ini bertujuan agar masyarakat lokal benar-benar menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” katanya.
Ia menyampaikan, pengelolaan Danau Sigending saat ini telah dipercayakan kepada Pemerintah Kampung bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
”Pemkab Berau hanya berperan sebagai fasilitator, terutama dalam pengusulan dukungan anggaran dan perencanaan,” ujarnya, Minggu (28/12).
Ia mengakui, hingga kini fasilitas dasar di Danau Sigending memang masih terbatas. Namun keterbatasan fiskal daerah menjadi alasan pembangunan.
“Kondisi keuangan daerah yang defisit membuat kami harus menyusun skala prioritas, karena itu, pembangunan fisik belum bisa dilakukan sekaligus, tetapi bertahap sesuai kemampuan anggaran,” jelasnya.
Meski demikian, Disbudpar memastikan pengembangan Danau Sigending tidak berjalan tanpa arah. kami telah menyiapkan konsep besar pengembangan kawasan berbasis ekowisata.
“Masterplan pengembangan ekowisata Sigending sudah kami siapkan, ini menjadi panduan agar pembangunan nantinya tidak merusak karakter alami danau, namun tetap mampu memenuhi kebutuhan wisatawan,” tambah Andi.
Kemudian ia menegaskan sinergi antara Pemkab Berau, pemerintah kampung, BUMDes, dan Pokdarwis diharapkan dapat mempercepat penyediaan sarana prasarana.
”Kami berharap semoga segera ada fasilitas penting sepeeti toilet, ruang ganti, serta sarana pendukung lainnya,” tegasnya.
Dengan pola kolaboratif tersebut, Danau Sigending diproyeksikan menjadi ikon baru wisata pesisir Berau yang dapat melengkapi destinasi unggulan seperti Labuan Cermin.
Reporter : Akmal | Editor : Sarno





