RTH di Tanjung Redeb Jangan Jadi Pajangan Kota

Sabtu, 9 Mei 2026
‎Anggota DPRD Berau, Sakirman

NUSANTARAKALTIM, BERAU-Pembangunan sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Tanjung Redeb perlu dibarengi pemanfaatan yang lebih nyata. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai jangan hanya selesai pada pembangunan fisik, tetapi harus benar-benar hidup dan digunakan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menyoroti masih ada sejumlah RTH yang belum berfungsi optimal. Menurutnya, anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk membangun ruang publik cukup besar, sehingga manfaatnya harus benar-benar dirasakan warga.

“Jangan sampai dibangun bagus, tapi hanya jadi pajangan dan sepi aktivitas,” tegas Sakirman.

Ia mengatakan, persoalan utama bukan terletak pada pembangunan, melainkan pengelolaan pascaproyek yang belum terkonsep dengan baik. Akibatnya, sebagian RTH hanya terlihat ramai di awal peresmian, lalu perlahan kurang dimanfaatkan.

Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Menurutnya, RTH seharusnya menjadi ruang publik aktif untuk berbagai kegiatan seperti olahraga, pertunjukan seni, hingga kegiatan komunitas. Jika dikelola baik, kawasan tersebut juga bisa menjadi ruang tumbuh ekonomi bagi pelaku usaha kecil.

“Kalau dikelola serius, RTH bisa jadi pusat aktivitas warga sekaligus menggerakkan UMKM,” ujarnya.

Sakirman mendorong pemerintah melibatkan masyarakat dalam pengelolaan, termasuk komunitas olahraga, kelompok seni, hingga pelaku usaha lokal agar aktivitas di ruang terbuka hijau lebih rutin dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya perawatan fasilitas agar tetap nyaman digunakan. Menurutnya, pembangunan ruang terbuka hijau harus disertai konsep pengelolaan jangka panjang agar tidak terbengkalai.

“RTH harus hidup, bukan sekadar proyek selesai lalu ditinggal,” pungkasnya.

Reporter: Akmal I Editor: Sarno

Bagikan