Minta Perhatian Nyata Terhadap Akses Jalan dan Distribusi Pupuk

Senin, 18 Mei 2026

NUSANTARAKALTIM, BERAU-DPRD Berau dihadapkan pada sejumlah persoalan mendasar saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) tindak lanjut aduan warga RT 17 Kelurahan Gunung Tabur, Senin (18/5/2026).

Selain akses pendidikan dan infrastruktur dasar, persoalan jalan usaha tani serta distribusi pupuk menjadi keluhan yang ikut mengemuka.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong menegaskan persoalan akses jalan yang menunjang aktivitas pertanian warga harus segera dicarikan solusi.

Menurutnya, jika ruas jalan tersebut berada di luar kawasan yang terbentur status tertentu, maka pihaknya siap mendorong melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan.

“Kalau memang tidak terkendala status kawasan, itu bisa kami dorong lewat pokir. Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat, khususnya petani,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong

Rudi menilai akses jalan bukan sekadar sarana penghubung, tetapi berkaitan langsung dengan distribusi hasil panen warga.

Ia menyebut, selama ini petani masih menghadapi persoalan panjang dalam pemasaran hasil pertanian karena bergantung pada rantai distribusi yang terbatas.

Menurutnya, salah satu solusi yang perlu dipikirkan adalah memutus rantai distribusi panjang tersebut melalui pembentukan koperasi atau skema kerja sama yang dapat langsung menampung hasil produksi petani.

“Kalau ada koperasi atau pola kerja sama yang jelas, hasil panen masyarakat bisa langsung terserap. Tidak lagi tergantung rantai distribusi yang panjang,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan pupuk yang disebut menjadi kendala hampir di seluruh wilayah pertanian di Berau. Kelangkaan maupun distribusi yang sulit dinilai menjadi hambatan bagi petani untuk meningkatkan produksi.

Rudi menyebut kondisi ini perlu penanganan khusus, termasuk membuka peluang kerja sama dengan koperasi maupun program pemerintah agar kebutuhan pupuk dan pemasaran hasil pertanian dapat lebih terjamin.

“Distribusi pupuk hampir di seluruh Berau dikeluhkan petani. Ini perlu perhatian serius karena menyangkut produksi dan ketahanan pangan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap hasil RDP tidak berhenti pada pembahasan semata, melainkan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program.

Reporter: Akmal I Editor: Sarno

Bagikan