Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Buka Peluang Ekonomi

Minggu, 17 Mei 2026
Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat

NUSANTARAKALTIM, BERAU-DPRD Berau menilai pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat perlu diprioritaskan sebagai aset strategis daerah yang memiliki nilai konservasi, sejarah, dan ekonomi.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyebut kawasan karst tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi identitas daerah karena menyimpan kekayaan alam yang tidak dimiliki banyak wilayah lain.

Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat diketahui memiliki bentang alam luas yang mencakup wilayah Berau dan Kutai Timur, serta menyimpan gua prasejarah, lukisan tangan manusia purba, hingga keanekaragaman hayati yang penting bagi ekosistem.

Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat

“Ini bukan hanya destinasi wisata, tapi aset besar yang harus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.

Menurut Sumadi, pengembangan geopark tidak boleh hanya dipandang sebagai sektor wisata semata. Keberadaannya juga penting sebagai kawasan konservasi, pusat edukasi, serta warisan yang dapat dinikmati generasi mendatang.

Ia mendorong agar pengembangan geopark masuk dalam perencanaan pembangunan daerah, sehingga memiliki arah yang jelas dan dukungan anggaran berkelanjutan.

“Kalau dikelola serius, ini bisa menjadi kebanggaan Berau dan memberi dampak besar untuk masyarakat,” katanya.

Selain aspek pelestarian, ia menilai pengelolaan geopark juga harus membuka ruang ekonomi bagi warga sekitar. Potensi pariwisata alam, jasa pemandu, hingga produk UMKM dinilai bisa tumbuh jika kawasan dikembangkan secara terintegrasi.

Menurutnya, manfaat geopark tidak hanya pada kunjungan wisata, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat lokal di sekitar kawasan.

Ia meminta adanya kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait agar pengembangan geopark berjalan nyata, bukan sekadar rencana.

“Potensinya sangat besar. Tinggal bagaimana semua pihak serius menjadikannya ikon daerah,” pungkasnya.

Reporter: Akmal I Editor: Sarno

Bagikan