DPRD Desak PT BBA Cari Jalan Tengah, Nasib Petani Sawit Tak Boleh Diabaikan

Senin, 15 Juni 2026
Komisi II DPRD Berau meminta PT Berau Bara Abadi (BBA) tidak menutup mata terhadap nasib petani sawit

NUSANTARAKALTIM,TANJUNG REDEB-Komisi II DPRD Berau meminta PT Berau Bara Abadi (BBA) tidak menutup mata terhadap nasib petani sawit Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, yang mengaku kehilangan kebun akibat aktivitas perusahaan.

Legislator menilai penyelesaian persoalan tidak cukup hanya berpegang pada status lahan, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keadilan bagi masyarakat.

Desakan tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Berau, Senin (15/6/2026), dengan menghadirkan petani sawit Sukardi dan manajemen PT BBA.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menegaskan perusahaan perlu membuka ruang musyawarah terkait pemberian tali asih atas tanaman sawit yang telah ditanam masyarakat selama bertahun-tahun.

Menurutnya, keberadaan kebun tersebut merupakan hasil kerja keras warga yang telah mengeluarkan tenaga, waktu, dan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, perusahaan diminta tidak hanya melihat persoalan dari sisi administratif semata.

“Di sana ada jerih payah masyarakat. Ada tanaman yang tumbuh dan menjadi sumber penghidupan mereka. Itu harus dihargai,” tegas Rudi.

Ia menilai langkah dialog menjadi pilihan terbaik untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik berkepanjangan antara perusahaan dan warga.

DPRD pun meminta PT BBA mempertimbangkan bentuk kompensasi atau tali asih sebagai solusi yang lebih berkeadilan.

Selain itu, Rudi mengingatkan bahwa regulasi daerah telah memberikan ruang terkait pemberian tali asih terhadap tanaman milik masyarakat. Mekanismenya dapat dilakukan melalui kesepakatan bersama dengan mengedepankan musyawarah.

“Yang terpenting adalah mencari solusi yang bisa diterima semua pihak. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan, sementara perusahaan juga tetap bisa menjalankan aktivitasnya,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, PT BBA belum memberikan keputusan final dan meminta waktu untuk melaporkan hasil rapat kepada manajemen pusat.

DPRD pun berharap jawaban yang disampaikan nantinya dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus menjaga hubungan baik antara perusahaan dan warga sekitar.

“Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut. Kami ingin ada solusi yang memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Akmal I Editor: Sarno

Bagikan