DPRD Berau Dorong Hilirisasi Sawit untuk Kurangi Ketergantungan Tambang

Selasa, 12 Mei 2026
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto

NUSANTARAKALTIM, BERAU – Menurunnya kontribusi sektor batu bara terhadap pendapatan daerah mulai menjadi perhatian DPRD Berau. Kondisi tersebut dinilai menjadi tanda bahwa Kabupaten Berau perlu segera memperkuat sektor ekonomi alternatif agar tidak terus bergantung pada industri tambang.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto menilai pengembangan hilirisasi crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat perekonomian daerah di masa mendatang.

Menurutnya, selama ini hasil perkebunan dan sumber daya alam di Berau masih lebih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah ekonominya belum maksimal dirasakan masyarakat maupun daerah.

“Sudah saatnya Berau mulai fokus pada industri pengolahan supaya komoditas yang dimiliki memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto

Ia menjelaskan, hilirisasi sawit memiliki potensi besar karena dapat menghasilkan berbagai produk turunan bernilai tinggi, mulai dari minyak goreng, kosmetik, bahan oleokimia hingga energi terbarukan.

Karena itu, Subroto mendorong pemerintah daerah segera menyiapkan kawasan industri khusus berbasis sawit agar proses pengolahan dapat berjalan lebih terintegrasi dan menarik minat investor.

“Kawasan industri harus dipersiapkan dengan baik supaya investasi lebih mudah masuk dan industri pengolahan bisa berkembang,” katanya.

Menurutnya, keberadaan kawasan industri juga akan membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal serta mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di sekitar kawasan industri.

Ia menilai dampak hilirisasi tidak hanya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi masyarakat secara lebih luas.

“Kalau hilirisasi berjalan maksimal, dampaknya besar untuk tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Meski demikian, Subroto menegaskan transformasi ekonomi tersebut memerlukan dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah daerah, termasuk penyediaan infrastruktur pendukung dan kemudahan investasi.

Ia menyebut akses jalan, ketersediaan listrik, hingga fasilitas pelabuhan menjadi faktor penting agar kawasan industri berbasis sawit dapat berkembang secara optimal.

Selain itu, ia mengingatkan pengembangan industri sawit tetap harus memperhatikan aspek lingkungan dan prinsip keberlanjutan agar tidak menimbulkan dampak negatif di masa mendatang.

“Transformasi ekonomi harus dipersiapkan secara matang supaya Berau tidak kembali bergantung pada satu sektor saja,” pungkasnya.

Reporter: Akmal
Editor: Hendra

Bagikan