NUSANTARAKALTIM, BERAU-Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan. DPRD Berau meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman berat terhadap pelaku agar memberikan efek jera.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, menilai kasus kekerasan seksual terhadap anak saat ini sudah menjadi persoalan serius karena terus berulang dengan pelaku dari berbagai latar belakang.
“Pelaku harus dihukum berat. Jangan ada toleransi,” tegasnya.
Menurutnya, pelaku tidak hanya berasal dari lingkungan keluarga atau orang dekat, tetapi juga melibatkan profesi yang selama ini dipercaya masyarakat seperti tenaga pendidik hingga pengajar agama.
Kondisi itu dinilai sangat memprihatinkan karena anak justru menjadi korban di lingkungan yang seharusnya aman.

“Ini yang membuat masyarakat resah, karena pelakunya justru orang yang dekat dengan anak,” ujarnya.
Thamrin menegaskan apabila pelaku berasal dari profesi tenaga pendidik, maka selain diproses hukum juga harus diberhentikan dari jabatannya.
Ia menilai tindakan tegas penting dilakukan agar menjadi pelajaran bagi pihak lain.
“Kalau tenaga pendidik terlibat, harus diproses hukum dan dicopot dari jabatannya,” katanya.
Selain penindakan hukum, Thamrin juga meminta pemerintah memperketat proses seleksi calon tenaga pendidik, termasuk pemeriksaan rekam jejak sebelum diangkat sebagai guru atau pengajar.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah orang dengan riwayat perilaku menyimpang berada di lingkungan pendidikan.
Ia juga mengusulkan adanya tes psikologi dan pemeriksaan kejiwaan bagi calon tenaga pendidik sebagai bagian dari seleksi.
“Pemeriksaan psikologi penting agar yang mengajar benar-benar layak menjadi pendidik,” jelasnya.
Thamrin berharap kasus kekerasan seksual terhadap anak di Berau dapat ditekan melalui penegakan hukum yang tegas serta pengawasan lebih ketat di lingkungan pendidikan dan keluarga.
Reporter: Akmal | Editor: Sarno





