NUSANTARAKALTIM, BERAU-DPRD Berau menyoroti dugaan penyalahgunaan barcode dalam transaksi BBM subsidi yang dinilai berpotensi mengganggu distribusi bagi masyarakat yang berhak menerima.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menilai penggunaan barcode ganda membuka peluang terjadinya pengisian berulang di luar ketentuan, sehingga distribusi subsidi tidak tepat sasaran.
Menurutnya, sistem barcode sebenarnya dirancang untuk memastikan penyaluran lebih tertib dan transparan. Namun jika pengawasan lemah, celah penyalahgunaan tetap bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
“Kalau ada barcode ganda dipakai, itu jelas merugikan masyarakat yang memang berhak menerima subsidi,” ujarnya.

Rahman menilai praktik tersebut tidak bisa dibiarkan karena dapat berdampak pada ketersediaan BBM subsidi di Berau. Ia meminta pengawasan di tingkat SPBU diperketat agar distribusi berjalan sesuai aturan.
Ia juga mendorong evaluasi terhadap sistem yang berjalan, termasuk menelusuri potensi penyalahgunaan barcode milik pihak lain maupun penggunaan lebih dari satu identitas dalam pengisian.
“Pengawasan harus diperkuat. Jangan hanya menunggu laporan setelah masalah muncul,” tegasnya.
Selain itu, Rahman meminta ada langkah tegas dari pihak terkait, termasuk Pertamina dan aparat penegak hukum, agar pelanggaran dapat ditindak dan tidak terus berulang.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi penting agar penyaluran subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.
“Kalau tidak ada tindakan tegas, praktik seperti ini bisa terus berulang dan merugikan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





