DPRD Berau Minta Terminal Tembudan Jadi Prioritas

Selasa, 12 Mei 2026

NUSANTARAKALTIM, BERAU – Meningkatnya arus kendaraan di jalur pesisir Kabupaten Berau setelah difungsikannya Jembatan Sungai Nibung mulai mendapat perhatian DPRD Berau. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diantisipasi melalui penataan sistem transportasi yang lebih baik.

Anggota DPRD Berau, Sutami meminta pemerintah daerah menjadikan pembangunan terminal di kawasan Tembudan sebagai program prioritas guna mengurangi potensi kepadatan lalu lintas di jalur tersebut.

Menurutnya, keberadaan terminal sangat penting untuk mendukung pengaturan arus kendaraan yang terus meningkat, terutama di kawasan perbatasan Berau dan Kutai Timur.

“Arus kendaraan sekarang semakin ramai setelah Jembatan Sungai Nibung digunakan. Karena itu perlu ada fasilitas pendukung untuk mengatur lalu lintas,” ujarnya.

Anggota DPRD Berau, Sutami, menolak tegas operasional waralaba 24 jam.

Sutami menilai kawasan Tembudan memiliki posisi strategis karena menjadi titik penghubung jalur utama menuju Kabupaten Kutai Timur. Lokasi tersebut dinilai cocok untuk pengembangan terminal terpadu yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat transit kendaraan dan distribusi barang.

Ia mengatakan, pembangunan terminal tidak hanya berdampak pada kelancaran transportasi, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kalau terminal dibangun, aktivitas ekonomi masyarakat juga bisa ikut berkembang,” katanya.

Selain mendukung distribusi logistik, fasilitas tersebut juga diyakini mampu membuka peluang usaha baru bagi warga serta menunjang pengembangan sektor pariwisata di wilayah pesisir Berau.

Sutami menambahkan, terminal nantinya harus dirancang sebagai bagian dari sistem transportasi yang terintegrasi agar mampu menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas dalam jangka panjang.

“Titik simpang Tembudan ini sangat penting karena menjadi jalur pertemuan kendaraan dari Berau dan Kutai Timur,” jelasnya.

Meski mendukung rencana pembangunan, ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terburu-buru dalam merealisasikan proyek tersebut tanpa kajian yang matang.

Menurutnya, perencanaan yang detail diperlukan agar pembangunan terminal benar-benar sesuai kebutuhan dan tidak menimbulkan persoalan baru di masa mendatang.

“Harus ada kajian yang benar supaya manfaatnya maksimal dan tidak menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.Reporter:Akmal I Editor: Sarno

Bagikan