Anak Pedalaman Kelay Terancam Putus Sekolah, DPRD Berau Minta Edukasi Orang Tua Diperkuat

Kamis, 14 Mei 2026
Ilustrasi Anak Sekolah

NUSANTARAKALTIM, BERAU – Tingginya risiko anak putus sekolah di wilayah pedalaman Kecamatan Kelay kembali menjadi perhatian DPRD Berau. Minimnya pemahaman sebagian masyarakat terkait pentingnya pendidikan disebut masih menjadi kendala yang memengaruhi keberlanjutan sekolah anak-anak di daerah terpencil.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina menilai persoalan pendidikan di pedalaman tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bangunan sekolah, tetapi juga dukungan penuh dari keluarga agar anak tetap bersekolah hingga jenjang lebih tinggi.

Menurutnya, masih ditemukan anak yang tidak melanjutkan pendidikan karena orang tua belum memahami dampak besar pendidikan terhadap masa depan generasi muda. Karena itu, pemerintah daerah diminta lebih aktif turun langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat hingga ke kampung-kampung terpencil.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina.

“Kesadaran orang tua harus terus dibangun agar tidak ada lagi anak yang berhenti sekolah di tengah jalan,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah sebenarnya telah menyediakan sejumlah fasilitas pendidikan, termasuk sekolah tingkat SMA dengan sistem asrama untuk menampung pelajar dari wilayah pelosok. Namun, keberadaan fasilitas tersebut dinilai belum sepenuhnya diketahui masyarakat sehingga pemanfaatannya masih belum optimal.

Elita menyebut sekolah berasrama dapat menjadi solusi bagi pelajar yang terkendala jarak dan akses transportasi menuju sekolah. Dengan fasilitas itu, anak-anak dari kampung terpencil tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak tanpa harus terkendala perjalanan jauh.

Selain memperluas sosialisasi, DPRD Berau juga meminta pemerataan sarana dan prasarana pendidikan terus ditingkatkan agar kualitas layanan pendidikan di pedalaman tidak tertinggal dibanding wilayah perkotaan.

“Pendidikan di pedalaman juga harus mendapat perhatian yang sama supaya tidak terjadi kesenjangan,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat dapat bersama-sama membangun kesadaran pentingnya pendidikan sehingga angka putus sekolah di Kabupaten Berau dapat ditekan.

Reporter: Akmal | Editor: Sarno

Bagikan