DPRD Berau Soroti Dampak Pemangkasan Anggaran, Daya Beli Masyarakat Dinilai Melemah

Kamis, 7 Mei 2026



‎NUSANTARAKALTIM, BERAU-‎Pemangkasan anggaran daerah dinilai mulai berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau. DPRD Berau menyebut berkurangnya belanja pemerintah membuat perputaran uang di daerah ikut melambat.

‎Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, mengatakan saat anggaran daerah masih berada di angka sekitar Rp6 triliun, distribusi dana ke masyarakat berjalan lebih besar melalui berbagai program pembangunan dan bantuan daerah.

‎Namun, setelah terjadi pemangkasan anggaran, aliran dana ke masyarakat ikut berkurang dan berdampak pada daya beli warga.

‎“Kalau anggaran menurun, otomatis peredaran uang di masyarakat juga ikut melemah. Dampaknya langsung terasa terhadap daya beli,” ujarnya.

Dampak Pemangkasan Anggaran Peredaran Uang Menurun Dimasyarakat.



‎Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

‎Rudi mengaku menerima laporan terkait penurunan daya beli masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai situasi itu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global hingga kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM.

‎“Situasi global juga ikut memengaruhi. Semua sektor sekarang terdampak,” katanya.

‎Ia menyebut daerah tidak bisa lagi bergantung pada satu sektor ekonomi saja, termasuk sektor pertambangan yang selama ini menjadi penopang utama pendapatan daerah.

‎Karena itu, ia meminta seluruh Pemerintah Kabupaten Berau melalui OPD terkait segera menyusun langkah strategis yang lebih adaptif untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

‎“Program pemerintah harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat agar dampak pelemahan ekonomi ini tidak semakin berat,” tegasnya.

‎Rudi juga mengingatkan agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah dilakukan secara terukur dan tepat sasaran, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

‎“Semua harus dihitung matang. Jangan sampai masyarakat semakin terbebani,” pungkasnya.

‎Reporter: Akmal | Editor: Sarno

Bagikan