TPA Bujangga Disorot, DPRD Berau Minta Penanganan Cepat Jelang Operasional RS Baru

Kamis, 30 April 2026
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi

NUSANTARAKALTIM, BERAU – DPRD Berau mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) segera menuntaskan persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bujangga. Hal ini dinilai penting mengingat dalam waktu dekat rumah sakit baru akan mulai beroperasi.

Keberadaan TPA yang masih aktif dikhawatirkan berdampak pada kenyamanan lingkungan, bahkan berpotensi mengganggu aktivitas layanan kesehatan di sekitar kawasan tersebut.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan penanganan masalah ini harus segera direalisasikan. Ia menargetkan sistem pembuangan terbuka (open dumping) sudah tidak lagi diterapkan dalam waktu dekat.

“Targetnya pertengahan tahun ini sudah tidak ada lagi pembuangan terbuka di sana,” ujarnya.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi

Menurutnya, pengelolaan sampah di TPA Bujangga perlu beralih ke sistem yang lebih baik. Namun ia mengakui, penerapan metode sanitary landfill masih terkendala kesiapan fasilitas dan anggaran.

Karena itu, DPRD mendorong agar pengembangan sistem pengolahan sampah yang lebih modern bisa masuk dalam perencanaan anggaran ke depan.

“Ke depan harus ada pembenahan sistem, termasuk penganggaran yang lebih memadai,” katanya.

Sumadi menjelaskan, saat ini pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian anggaran sehingga setiap program harus disusun berdasarkan skala prioritas.

Ia menilai penataan TPA Bujangga termasuk kebutuhan mendesak, terutama untuk mendukung lingkungan yang sehat di sekitar fasilitas pelayanan publik.

“Ini bukan hanya soal sampah, tapi juga menyangkut kesehatan masyarakat,” tegasnya.

DPRD juga berkomitmen untuk terus mengawal alokasi anggaran terkait pengelolaan sampah agar lebih optimal dan berkelanjutan.

Menurut Sumadi, keberadaan sistem pengolahan sampah yang baik merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Ia pun optimistis DLHK mampu melakukan langkah-langkah perbaikan meski di tengah keterbatasan anggaran.

“Yang penting anggaran yang ada digunakan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan