Jangan Sampai Pariwisata Berkembang, Nelayan Justru Tersisih

Sabtu, 30 Mei 2026
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong

NUSANTARAKALTIM, BERAU-Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, mengingatkan agar pengembangan sektor pariwisata tidak mengabaikan masyarakat lokal, khususnya nelayan yang selama ini hidup di kawasan destinasi wisata unggulan.

Menurutnya, potensi konflik sosial dapat muncul apabila pembangunan pariwisata hanya berorientasi pada investasi tanpa melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

“Kita bicara pariwisata, tapi jangan lupa nelayannya. Jangan sampai masyarakat yang tinggal di kawasan wisata malah menjadi penonton,” ujarnya.

Rudi mencontohkan sejumlah kawasan wisata pesisir seperti Maratua dan Derawan yang membutuhkan keseimbangan antara kepentingan pariwisata dan aktivitas masyarakat setempat.

Ia menilai selama ini perhatian pemerintah lebih banyak tertuju pada pengembangan destinasi, sementara kebutuhan masyarakat pesisir masih belum menjadi prioritas utama.

“Kalau masyarakat tidak dilibatkan, konflik antara pelaku usaha wisata dengan warga bisa terjadi,” katanya.

Menurutnya, masyarakat harus mendapat ruang untuk ikut menikmati manfaat ekonomi dari sektor wisata, baik melalui usaha jasa, UMKM, transportasi, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

Selain itu, pemerintah juga diminta memperhatikan keberlangsungan sektor perikanan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat pesisir.

“Jangan sampai pariwisata maju, tetapi nelayan justru kehilangan ruang hidupnya,” tegasnya.

Rudi berharap pembangunan pariwisata di Berau mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Reporter: Akmal I Editor: Sarno

Bagikan