NUSANTARAKALTIM, BERAU-Pengembangan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Berau dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius. DPRD Berau menilai sektor ini memiliki potensi besar untuk menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah, namun hingga kini belum dikelola secara maksimal.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Sa’ga, mengatakan arah kebijakan pemerintah daerah harus lebih konkret agar ekonomi kreatif tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Berau memiliki kekayaan potensi yang beragam, mulai dari pariwisata, seni budaya, hingga produk UMKM berbasis kearifan lokal. Sektor ekonomi kreatif juga mencakup berbagai bidang seperti kuliner, kriya, desain, hingga teknologi digital yang mampu membuka peluang kerja baru.
“Potensi kita sangat besar. Tinggal bagaimana dikelola dengan inovasi dan keberanian agar bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (4/5/2026).
Namun demikian, ia menilai hingga saat ini belum terbentuk ekosistem yang kuat untuk mendukung para pelaku ekonomi kreatif. Dukungan pemerintah daerah disebut masih sebatas kegiatan seremonial dan belum menyentuh kebutuhan utama pelaku usaha.
“Yang dibutuhkan itu pelatihan, pendampingan, hingga akses pemasaran digital. Jangan hanya fokus pada acara seremonial,” tegasnya.

Politisi PPP tersebut juga menekankan pentingnya peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berbasis budaya lokal. Ia menilai keterlibatan generasi muda dan komunitas kreatif menjadi faktor penting dalam melahirkan produk yang inovatif dan mampu bersaing di pasar.
Di sisi lain, Sa’ga juga menyoroti kendala aksesibilitas yang dinilai menjadi penghambat utama perkembangan sektor ini. Tingginya biaya transportasi menuju destinasi wisata unggulan seperti Pulau Derawan dan Maratua membuat daya tarik wisata Berau kalah bersaing dengan daerah lain.
Ia menyebut mahalnya tiket pesawat menuju Berau serta biaya transportasi laut seperti speedboat menjadi beban tambahan bagi wisatawan. Akibatnya, banyak wisatawan memilih jalur alternatif melalui Tarakan.
“Secara infrastruktur kita sudah cukup baik, tapi dari sisi biaya kita masih kalah bersaing,” jelasnya.
Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan serius bagi perputaran ekonomi, termasuk sektor ekonomi kreatif yang sangat bergantung pada kunjungan wisatawan.
Karena itu, DPRD Berau mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi, baik udara maupun laut, agar potensi wisata dan ekonomi kreatif tidak terhambat.
“Ini harus jadi perhatian serius. Perlu ada kebijakan agar destinasi seperti Derawan tetap menjadi magnet wisata,” pungkasnya.
Reporter:Akmal I Editor: Sarno




