DPRD Berau Minta Manajemen RSUD dr Abdul Rivai Dibenahi, Pelayanan Jangan Terganggu

Sabtu, 2 Mei 2026
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto

NUSANTARAKALTIM, BERAU – DPRD Berau mendorong adanya pembenahan dalam pengelolaan RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb. Sorotan ini muncul menyusul berbagai persoalan yang sempat terjadi, termasuk kondisi keuangan rumah sakit dan ketersediaan obat bagi pasien.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menilai seluruh kritik yang berkembang harus dijadikan bahan evaluasi menyeluruh oleh manajemen rumah sakit. Ia menegaskan, status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memang memberi ruang dalam pengelolaan keuangan, namun pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terdampak.

“Silakan kelola keuangan sesuai mekanisme, tapi jangan sampai pelayanan terganggu,” ujarnya.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto

Ia juga menyinggung kejadian terbatasnya stok obat yang sempat terjadi pada awal tahun. Meski saat ini kondisi sudah kembali normal, Subroto menekankan hal tersebut tidak boleh terulang.

“Masalah obat ini sangat krusial. Harus ada langkah antisipasi agar tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu solusi yang bisa ditempuh adalah memperkuat kerja sama dengan pihak penyedia obat agar distribusi tetap terjaga, terutama di awal tahun saat proses administrasi biasanya belum stabil.

Di sisi lain, Subroto mengungkapkan RSUD dr Abdul Rivai juga memiliki piutang cukup besar dari berbagai pihak seperti BPJS Kesehatan, asuransi, hingga perusahaan. Hal ini dinilai dapat menjadi potensi untuk mendukung peningkatan layanan jika dikelola dengan baik.

“Piutang ini harus dimanfaatkan dengan optimal untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia memahami adanya kendala administrasi di awal tahun anggaran. Namun, ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti obat-obatan tidak boleh terpengaruh oleh persoalan tersebut.

“Administrasi mungkin bisa dimaklumi, tapi kalau sudah menyangkut obat dan pelayanan pasien, itu tidak boleh terganggu,” ujarnya.

DPRD berharap permasalahan yang terjadi dapat menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen rumah sakit agar ke depan lebih siap dalam menghadapi berbagai kendala.

“Ini harus jadi pelajaran bersama, supaya pelayanan kesehatan tetap berjalan maksimal tanpa hambatan,” pungkasnya.Reporter:Akmal I Editor: Sarno

Bagikan