NUSANATARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Kabar baik bagi masyarakat di Kabupaten Berau yang ingin bepergian ke Tarakan. Kini, perjalanan antardaerah tersebut semakin cepat dan praktis. Tanpa harus memutar lewat Tanjung Selor, waktu tempuh bisa dipangkas menjadi sekitar 3,5 jam melalui jalur laut.
Layanan ini dihadirkan melalui armada speed boat SB Sri Eva milik Sadewa Group, yang resmi melayani rute Berau–Tarakan pulang-pergi sejak pertengahan Maret 2026. Keberangkatan perdana dimulai dari Tarakan pada 16 Maret, disusul dari Tanjung Redeb pada 17 Maret.
Berlokasi di Dermaga Wisata Sanggam, layanan ini menjadi alternatif transportasi baru yang dinilai lebih efisien. Dengan dukungan empat mesin berkapasitas masing-masing 250 horsepower, kapal ini mampu melaju dengan total tenaga sekitar 1.000 horsepower, sehingga memangkas durasi perjalanan secara signifikan.
Perjalanan akan transit di Tanjung Batu untuk proses naik-turun penumpang. Rute pelayaran dari Tarakan dijadwalkan setiap Senin, Rabu, dan Jumat, sementara rute sebaliknya dari Tanjung Redeb beroperasi setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Pemilik Sadewa Group, H. Mustamin, menyebut pembukaan trayek ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah Kalimantan.
“Harapan kami, konektivitas ini dapat mempererat hubungan antara Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, baik di sektor maritim, ekonomi, maupun pariwisata. Ke depan, kami juga membuka peluang penambahan rute,” ujarnya.
Saat ini, baru satu armada yang dioperasikan. Namun, pihaknya siap menambah kapal jika permintaan terus meningkat, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat, mulai dari pedagang hingga pekerja yang memerlukan jadwal perjalanan pasti.
“Kamis isap menambah kapal jika terjadi lonjakan penumpang,” ujarnya.
Menariknya, kapal tidak singgah di Pulau Derawan. Penumpang yang ingin menuju destinasi wisata tersebut diarahkan turun di Tanjung Batu, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan speed boat kecil.
“Untuk tarif, perjalanan dari Tarakan ke Tanjung Batu sekitar Rp280 ribu, sementara tujuan Tarakan–Tanjung Redeb sebesar Rp370 ribu,” jelasnya.
Selain kecepatan, SB Sri Eva juga menawarkan kenyamanan. Kapal dilengkapi fasilitas AC, toilet, televisi, sistem audio, hingga perlengkapan keselamatan seperti pelampung dan pintu darurat.
“Ke depan, layanan ini juga membuka peluang pengangkutan barang dalam skala terbatas,” pungkasnya.
Dengan hadirnya jalur cepat ini, mobilitas warga antarwilayah Kalimantan kian mudah mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka akses wisata yang lebih luas.
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





