NUSANTARAKALTIM, BERAU – Upaya mengatasi kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau mulai dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan satu unit pesawat Cessna Grand Caravan 208B untuk melakukan penyemaian awan selama lima hari ke depan. Sebanyak 10 ton bahan semai berupa garam telah didatangkan dari Jakarta melalui Balikpapan untuk mendukung operasi tersebut.
Analis Kebencanaan Ahli Madya Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, Tono Sumarsono, mengatakan penerbangan akan disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
“Satu kali penerbangan atau sortie mampu membawa sekitar satu ton bahan semai. Jumlah penerbangan setiap hari bersifat fleksibel dan bergantung pada kondisi atmosfer. Jika potensi awan mencukupi, tim menargetkan dapat melaksanakan hingga empat sampai lima sortie dalam sehari,” ujar Tono, Senin (24/8).
Menurutnya, kecepatan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan OMC. Ketika radar dan analisis meteorologi menunjukkan adanya awan yang berpotensi disemai, bahan semai segera dimuat ke pesawat dan penerbangan dilakukan.
“Begitu radar dan analisis meteorologi menunjukkan adanya potensi awan semai, proses loading maksimal 30 menit dan pesawat langsung terbang,” katanya.
OMC tersebut dilakukan sebagai respons atas permintaan Pemerintah Kabupaten Berau untuk membantu meningkatkan peluang turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang turut memperparah karhutla dan kabut asap di sejumlah wilayah.
“Pelaksanaan operasii ini melibatkan sejumlah instansi, mulai dari BNPB, BRIN, BMKG, BPBD, Bandara Kalimarau hingga TNI AU,” ungkapnya.
Pemantauan kondisi atmosfer dilakukan sejak pagi hingga malam. Setiap peluang terbentuknya awan hujan akan dimanfaatkan untuk penyemaian, sehingga diharapkan dapat membantu memicu turunnya hujan di wilayah Berau.
Di tengah ancaman karhutla yang masih berlangsung, OMC menjadi salah satu langkah darurat untuk membantu mengurangi dampak kekeringan sekaligus memperbesar peluang turunnya hujan di daerah terdampak.(*)
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





