DPRD Turun Lapangan, Sembilan Perusahaan Berstatus PROPER Merah Bakal Diperiksa

Jumat, 29 Mei 2026

NUSANTARAKALTIM, BERAU-Komisi II DPRD Berau tidak ingin hanya menerima laporan di atas meja terkait sembilan perusahaan yang memperoleh predikat PROPER merah dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Sebagai tindak lanjut, dewan memastikan akan turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi sebenarnya di lokasi operasional perusahaan.

Langkah inspeksi mendadak (sidak) tersebut dilakukan guna memastikan penyebab perusahaan-perusahaan itu mendapat rapor merah, apakah karena pelanggaran lingkungan yang serius atau hanya persoalan administratif yang belum dipenuhi.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, mengatakan pengawasan langsung perlu dilakukan karena terdapat perbedaan informasi yang diterima antara hasil evaluasi daerah dan penilaian yang dikeluarkan pemerintah pusat.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan,” ujarnya.

Menurut Gideon, DPRD memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan aktivitas industri yang beroperasi di Berau tidak memberikan dampak buruk terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Meski kewenangan pemberian sanksi berada di pemerintah pusat, DPRD tetap memiliki fungsi pengawasan agar perusahaan mematuhi aturan lingkungan yang berlaku.

“Yang kami jaga adalah kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Dalam sidak nanti, Komisi II akan menyoroti berbagai aspek pengelolaan lingkungan perusahaan, mulai dari pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), kualitas air, pengendalian pencemaran udara, hingga pengelolaan lahan yang menjadi bagian dari indikator penilaian PROPER.

Menurutnya, hasil kunjungan lapangan akan menjadi bahan evaluasi DPRD untuk menentukan langkah lanjutan serta memastikan perusahaan melakukan perbaikan jika ditemukan pelanggaran.

“Kami ingin memastikan apakah penilaian merah itu sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,” katanya.

Gideon menegaskan, pengawasan terhadap perusahaan harus dilakukan secara konsisten agar pembangunan ekonomi di Berau tetap berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan hidup.

“Investasi penting, tetapi kelestarian lingkungan juga tidak boleh dikorbankan,” pungkasnya.

Reporter: Akmal I Editor: Sarno

Bagikan