Tak Cukup Jual Biji Kakao, Berau Harus Bangun Industri Cokelat Lokal

Jumat, 29 Mei 2026
Biji Kakao

NUSANTARAKALTIM, BERAU-Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, mendorong pemerintah daerah untuk mulai fokus membangun industri pengolahan kakao agar nilai tambah komoditas tersebut dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, meningkatnya minat pasar terhadap kakao Berau merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Namun, jika hanya menjual bahan baku, keuntungan terbesar justru akan dinikmati daerah atau pihak lain yang melakukan proses pengolahan.

“Kalau hanya menjual biji kakao, nilai ekonominya terbatas. Yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana kakao ini bisa diolah menjadi produk jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.

Rudi menilai hilirisasi kakao menjadi langkah penting untuk memperkuat perekonomian daerah. Selain meningkatkan harga jual produk, pengembangan industri olahan juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong tumbuhnya pelaku usaha lokal.

Ia melihat saat ini mulai muncul produk-produk cokelat olahan yang diproduksi oleh pelaku usaha di Berau. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal awal yang baik untuk membangun industri kakao yang lebih kuat dan berdaya saing.

“Ini peluang yang harus didukung,” katanya.

Menurut Rudi, pengembangan industri kakao tidak hanya akan menguntungkan petani, tetapi juga membuka peluang usaha di sektor pengolahan, pemasaran hingga pariwisata berbasis produk lokal.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan pelaku usaha pengolahan kakao, mulai dari peningkatan kualitas produk, kemasan, hingga akses pemasaran.
Selain dukungan pemerintah, Rudi juga mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau untuk ikut membantu pengembangan sektor kakao melalui program kemitraan dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, swasta dan petani menjadi kunci agar pengembangan kakao tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan rantai ekonomi yang lebih luas.

“Perusahaan bisa membantu dari sisi pembinaan petani, penyediaan sarana produksi, hingga mendukung pengembangan usaha pengolahan,” jelasnya.

Rudi berharap kakao dapat menjadi salah satu sektor unggulan baru di Berau yang tidak hanya dikenal sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai produk olahan bernilai tinggi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Ke depan yang kita inginkan bukan hanya sentra produksi kakao, tetapi juga lahirnya industri cokelat lokal yang menjadi kebanggaan Berau dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Reporter: Akmal I Editor: Sarno

Bagikan