DPRD Berau Soroti Ancaman El Nino 2026, Mitigasi Karhutla dan Kekeringan Diminta Dipercepat

Rabu, 6 Mei 2026
Ilustraasi:Potensi dampak fenomena El Nino 2026 yang diperkirakan memicu musim kering

NUSANTARKALTIM, BERAU-DPRD Berau mulai memberi perhatian serius terhadap potensi dampak fenomena El Nino 2026 yang diperkirakan memicu musim kering lebih panjang di sejumlah wilayah.

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis air bersih hingga gangguan sektor pertanian dan perikanan dinilai harus diantisipasi sejak sekarang.

Anggota Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi menegaskan pemerintah daerah tidak boleh menunggu situasi memburuk sebelum mengambil langkah penanganan. Menurutnya, mitigasi dini menjadi kunci untuk menekan dampak yang lebih besar saat musim kemarau tiba.

“Persiapan harus dilakukan dari sekarang. Jangan tunggu kebakaran meluas atau masyarakat kesulitan air baru bergerak,” tegas Frans.

Ia menilai fenomena El Nino bukan hanya berdampak pada meningkatnya suhu panas dan berkurangnya curah hujan, tetapi juga dapat memicu persoalan serius di berbagai sektor. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh pihak sangat diperlukan.

Menurut Frans, wilayah yang rawan karhutla perlu mendapat perhatian khusus, termasuk melalui pemetaan daerah rawan, patroli rutin dan kesiapan sarana penanggulangan bencana.

“Wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran harus dipantau lebih awal. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kebakaran terjadi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi cuaca mulai memasuki musim kering.

“Kita minta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Hal kecil seperti ini sering menjadi pemicu kebakaran besar,” katanya.

Frans mengapresiasi langkah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Berau yang telah melakukan pemetaan wilayah rawan serta menyiapkan personel dan armada untuk menghadapi potensi karhutla. Namun, menurutnya kesiapan tersebut tetap harus diperkuat melalui dukungan lintas sektor.

“Peralatan, personel dan koordinasi harus dipastikan siap. Penanganan akan lebih cepat kalau semuanya sudah dipersiapkan dari awal,” jelasnya.

Selain ancaman kebakaran, DPRD Berau juga menyoroti potensi kekeringan yang dapat berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih di beberapa wilayah.

Frans menilai pemerintah perlu mulai menyiapkan langkah antisipasi, termasuk memastikan cadangan air dan distribusi kebutuhan masyarakat tetap aman selama musim kering berlangsung.

“Jangan sampai saat kemarau masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Ini harus diantisipasi sejak dini,” tambahnya.

Tidak hanya itu, sektor pertanian dan perikanan juga dinilai berpotensi terdampak apabila musim kering berlangsung dalam waktu lama.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan adanya langkah perlindungan terhadap sektor produktif masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, perusahaan hingga masyarakat dapat diperkuat agar upaya mitigasi berjalan maksimal.

“Penanganan El Nino tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus terlibat supaya dampaknya bisa ditekan,” pungkasnya.

Reporter: Akmal I Editor: Sarno

Bagikan