‎DPRD Berau Soroti Besarnya Sisa Anggaran Kesehatan di Tengah Keluhan Layanan

Minggu, 3 Mei 2026
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina.

NUSANTARAKALTIM, BERAU – DPRD Berau menyoroti besarnya sisa anggaran di sektor kesehatan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025. Kondisi itu dinilai bertolak belakang dengan masih adanya persoalan pelayanan kesehatan di lapangan.

‎Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengatakan secara persentase capaian kinerja sektor kesehatan memang tergolong tinggi. Namun, masih terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) bernilai puluhan miliar rupiah yang tidak terserap.

‎“Secara persentase memang tinggi, tapi sisa anggarannya juga besar,” tegasnya.

‎Elita menjelaskan, RSUD dr Abdul Rivai memiliki anggaran sebesar Rp210,9 miliar dengan realisasi Rp187,2 miliar atau 88,80 persen. Dari angka tersebut masih tersisa SiLPA sekitar Rp23,6 miliar.

‎Sementara itu, Dinas Kesehatan Berau mengelola anggaran Rp421,2 miliar dengan realisasi Rp360,7 miliar atau 85,62 persen, sehingga menyisakan anggaran sekitar Rp60,5 miliar.

‎“Kalau melihat nominalnya, ini cukup besar dan harus dievaluasi,” ujarnya.

‎Menurutnya, besarnya sisa anggaran tersebut menjadi ironi di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang tidak stabil.

‎“Di saat keuangan daerah tidak baik-baik saja, sangat disayangkan anggaran sebesar itu tidak terserap maksimal,” katanya.

‎Elita juga menyinggung persoalan kelangkaan obat yang sempat terjadi di rumah sakit. Ia menilai kondisi itu seharusnya dapat dicegah apabila perencanaan anggaran dilakukan lebih matang.

‎“Kalau perencanaannya tepat, kekurangan obat seharusnya tidak perlu terjadi,” ucapnya.

‎DPRD Berau berharap hasil pembahasan LKPJ tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah agar pengelolaan anggaran kesehatan ke depan lebih efektif dan tepat sasaran.

‎“Hasil rekomendasi ini akan menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan,” pungkasnya.

‎Reporter: Akmal | Editor: Sarno

Bagikan