‎Biaya Fantastis, Jembatan Kelay III Masih Tertahan

Kamis, 23 April 2026
Rencana pembangunan Jembatan Kelay III masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari pembebasan lahan hingga besarnya kebutuhan anggaran


‎
‎NUSANTARAKALTIM, BERAU–Rencana pembangunan Jembatan Kelay III di Kabupaten Berau hingga kini masih belum menemui kepastian. Selain persoalan lahan, kebutuhan anggaran yang besar menjadi hambatan utama proyek tersebut.
‎
‎Ketua DPRD Berau, Dedi Okto Nooryanto, mengatakan pembangunan jembatan itu masih terkendala pembebasan lahan warga di kawasan Gunung Panjang serta lahan berstatus kawasan yang memerlukan izin pinjam pakai.
‎
‎“Masih terkendala lahan,” ujarnya.
‎
‎Menurutnya, sejumlah lahan masyarakat terdampak langsung oleh rencana pembangunan, sementara sebagian lainnya masih menunggu proses administrasi perizinan.
‎
‎“Ada lahan warga yang terdampak dan ada yang perlu izin pinjam pakai,” katanya.
‎
‎Selain persoalan lahan, proyek tersebut juga belum masuk dalam pembahasan anggaran tahun 2026 dan masih berada pada tahap perencanaan.
‎
‎“Belum masuk pembahasan 2026, nanti kita dorong lagi,” tegasnya.
‎
‎Dedi menilai keberadaan Jembatan Kelay III sangat strategis karena dapat membuka jalur alternatif sekaligus memperpendek akses ke sejumlah wilayah.
‎
‎“Ini bisa jadi jalur alternatif yang lebih dekat,” jelasnya.
‎
‎Namun, besarnya nilai pembangunan membuat proyek tersebut sulit direalisasikan dalam waktu dekat. Untuk desain dua lajur, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar.
‎
‎“Anggarannya besar, APBD kita belum tentu sanggup,” ungkapnya.
‎
‎Sebagai opsi, DPRD membuka kemungkinan pembangunan dilakukan dengan desain satu jalur agar biaya lebih efisien.
‎
‎“Kalau satu jalur mungkin lebih ringan,” tandasnya.
‎
‎DPRD Berau memastikan akan terus mendorong proyek tersebut agar dapat masuk prioritas pembangunan pada pembahasan anggaran mendatang.
‎
‎Reporter: Akmal | Editor: Sarno
‎

Bagikan