Rutan Tanjung Redeb Jadi Penutup Safari Ramadan Ditjenpas Kaltimtara

Selasa, 10 Maret 2026
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kaltimtara, bersama Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, berserta jajaran pejabat Kanwil.

NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Kegiatan Safari Ramadan yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) berakhir di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb, Senin (9/3) malam.

‎Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kaltimtara, Endang Lintang Hardiman, bersama jajaran pejabat Kanwil serta Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Rian Permana.

‎Kakanwil Ditjenpas Kaltimtara, Endang Lintang Hardiman, mengatakan Safari Ramadan ini merupakan rangkaian kunjungan yang dilakukan ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan di wilayah Kaltimtara.

‎Sebelum ke Berau, rombongan telah mengunjungi beberapa daerah seperti Nunukan dan Tarakan.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kaltimtara, bersama Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, berserta jajaran pejabat Kanwil.

‎“Ini adalah hari terakhir Safari Ramadan kami. Sebelumnya kami sudah berada di Nunukan dan Tarakan, dan malam ini di Rutan Tanjung Redeb. Setelah ini kami kembali ke Samarinda,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, kegiatan Safari Ramadan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara Kantor Wilayah dengan jajaran UPT serta warga binaan di wilayah Kaltimtara. Selain itu, kunjungan tersebut juga menjadi momen untuk memantau langsung pelaksanaan kegiatan pembinaan selama bulan Ramadan.

‎Menurutnya, dari hasil pemantauan yang dilakukan, berbagai program pembinaan di Rutan Tanjung Redeb berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang telah direncanakan.

‎“Kami juga melihat berbagai kegiatan pembinaan kepribadian bagi warga binaan,” katanya.

‎Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyaksikan sejumlah kegiatan sosial yang dilakukan pihak rutan, termasuk penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat serta anak-anak panti asuhan. Selain itu, terdapat pula warga binaan yang berhasil menghafal Al-Qur’an.

‎“Kami melihat ada tiga orang warga binaan yang sudah hafal Al-Qur’an. Ini menunjukkan pembinaan kepribadian di Rutan Tanjung Redeb berjalan dengan baik,” jelasnya.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kaltimtara, bersama Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, berserta jajaran pejabat Kanwil.

‎Endang juga mengapresiasi program yang memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk berbuka puasa bersama keluarga. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu cara menjaga hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga mereka.

‎“Tidak semua lapas atau rutan dapat melaksanakan kegiatan berbuka bersama keluarga, karena biasanya petugas juga memiliki kesibukan di bulan Ramadan,” ujarnya.

‎Ia berharap berbagai kegiatan pembinaan dan pelayanan yang dilakukan selama Ramadan dapat memperkuat hubungan warga binaan dengan keluarga sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik.

‎“Kami ingin masyarakat memahami bahwa lapas dan rutan adalah tempat pembinaan agar seseorang dapat menjadi lebih baik,” katanya.

‎Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Rian Permana, mengatakan kunjungan Kakanwil Ditjenpas Kaltimtara menjadi momentum untuk memastikan seluruh program pembinaan berjalan sesuai arahan pemerintah.

‎Menurutnya, pihak rutan berkomitmen menjalankan berbagai program yang telah dicanangkan Kementerian Hukum dan HAM melalui program akselerasi menteri.

‎“Kami berkomitmen melaksanakan apa yang telah dicanangkan oleh Bapak Menteri melalui 15 program akselerasi menteri, tentunya dengan bimbingan dan arahan dari Bapak Kakanwil,” ujarnya.

‎Salah satu program yang dijalankan yakni peningkatan pelayanan bagi warga binaan melalui penerapan dapur sehat yang menjadi standar operasional dalam penyediaan makanan di rutan.

‎“Dapur sehat ini merupakan salah satu upaya kami memastikan pemberian makanan bagi warga binaan berjalan dengan baik sesuai standar,” jelasnya.

‎Selain itu, pihaknya juga terus memperkuat pengawasan dalam rangka pemberantasan peredaran narkoba serta penggunaan alat komunikasi ilegal di dalam rutan.

‎Di sisi lain, pendekatan keamanan juga diimbangi dengan pembinaan melalui program pendidikan seperti Paket A, Paket B, dan Paket C bagi warga binaan.

‎“Kami berupaya menyeimbangkan pendekatan keamanan dengan pendekatan pembinaan agar warga binaan dapat memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

‎Reporter: Akmal | Editor: Sarno

Bagikan