NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Menjelang libur Lebaran, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mengingatkan para pedagang makanan dan minuman di kawasan objek wisata agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar.
Kepala Bidang Pengembangan Wisata Disbudpar Berau, Samsiah, meminta para pelaku usaha kuliner menjaga kewajaran harga demi kenyamanan wisatawan yang datang berlibur. Menurutnya, praktik mark up yang tidak masuk akal justru berpotensi merusak citra destinasi wisata daerah.
“Jangan sampai momen libur Lebaran dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara berlebihan. Itu bisa membuat pengunjung kecewa,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia menegaskan, lonjakan kunjungan saat musim libur seharusnya menjadi peluang untuk membangun kesan positif wisatawan terhadap destinasi di Berau, bukan sebaliknya.
Jika wisatawan merasa dirugikan, dampaknya tidak hanya pada pedagang, tetapi juga pada reputasi pariwisata daerah secara keseluruhan.
Selain mengingatkan soal kewajaran harga, Samsiah juga mengimbau pedagang agar mencantumkan daftar harga makanan dan minuman secara jelas dan terbuka. Transparansi harga, kata dia, penting untuk menghindari kesalahpahaman antara penjual dan pembeli.
“Lebih baik harga ditampilkan dengan jelas, supaya pengunjung tidak bertanya-tanya atau mengira-ngira. Dengan begitu, mereka bisa merasa lebih nyaman saat menikmati kuliner di lokasi wisata,” ujarnya.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif menghadapi peningkatan arus wisatawan selama libur Lebaran. Disbudpar Berau berharap seluruh pelaku usaha di sektor pariwisata dapat bersama-sama menjaga iklim usaha yang sehat, sekaligus memberikan pengalaman berwisata yang menyenangkan bagi para pengunjung.
Reporter: Marta Tongsay | Editor: Sarno





