NUSANTARAKALTIM, BERAU-Wacana pembangunan pusat perbelanjaan modern atau mal di Kabupaten Berau mulai menuai perhatian dari DPRD Berau. Dewan mengingatkan agar investasi yang masuk tidak menggunakan aset milik pemerintah daerah dan tetap memperhatikan keberlangsungan pelaku usaha kecil.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan pihaknya tidak menolak hadirnya investasi di Berau. Namun, ia menilai pembangunan mal harus dilakukan secara bijak dan tidak memanfaatkan aset daerah, termasuk kawasan GOR Pemuda yang belakangan disebut-sebut masuk dalam rencana lokasi pembangunan.
“Kalau investor mau masuk tentu kita terbuka. Tapi jangan sampai memakai aset Pemda. Itu harus dikaji matang karena menyangkut kepentingan daerah ke depan,” ujarnya.

Menurut Sumadi, hingga saat ini DPRD belum menerima pembahasan resmi terkait rencana pembangunan mal tersebut. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah berhati-hati sebelum mengambil keputusan yang berkaitan dengan pemanfaatan aset publik.
Ia menegaskan, penggunaan lahan pemerintah untuk kepentingan pusat perbelanjaan modern berpotensi menimbulkan persoalan jika tidak melalui perhitungan dan kajian yang jelas.
“Kalau itu aset daerah, tentu ada aturan yang harus dipatuhi. Jangan sampai nanti justru jadi masalah,” katanya.
Selain soal aset, Sumadi juga menyoroti dampak ekonomi yang bisa muncul terhadap pelaku usaha kecil dan UMKM lokal. Ia mengingatkan agar kehadiran mal tidak mematikan usaha masyarakat yang sudah lebih dulu berjalan.
“Jangan sampai usaha besar tumbuh, tapi pedagang kecil justru tersingkir. Ini harus dipikirkan bersama,” tegasnya.
Menurutnya, investasi tetap diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Namun, konsep pembangunan harus mampu menciptakan keseimbangan antara investasi modern dan ekonomi kerakyatan.
Ia berharap jika pembangunan mal benar-benar direalisasikan, maka harus ada pola kerja sama yang tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
Tak hanya itu, Sumadi juga meminta pemerintah dan investor memperhitungkan kesiapan pasar di Berau sebelum memaksakan pembangunan pusat perbelanjaan berskala besar.
“Harus dihitung realistis. Jumlah penduduk, daya beli masyarakat, semua harus jadi pertimbangan. Kalau memang belum layak, jangan dipaksakan,” pungkasnya.
Reporter: Akmal | Editor: Sarno





