NUSANTARAKALTIM ,BERAU-Absennya sejumlah pejabat daerah dalam pelaksanaan pesta adat di salah satu kampung di Kabupaten Berau menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan negatif.
Menurut Gideon, pelaksanaan kegiatan adat tetap berlangsung dengan baik meskipun di tengah kondisi efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, kebijakan penghematan anggaran berdampak pada berbagai sektor, termasuk dukungan terhadap kegiatan budaya di tingkat kampung. Bantuan yang sebelumnya mencapai sekitar Rp100 juta kini mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp50 juta.
“Situasi efisiensi anggaran ini memang sedang terjadi. Namun yang perlu dilihat, kegiatan adat tetap terlaksana dan masyarakat masih menjaga tradisi yang ada,” ujarnya.
Gideon menilai keberhasilan penyelenggaraan pesta adat di tengah keterbatasan anggaran menunjukkan adanya partisipasi dan dukungan masyarakat dalam mempertahankan warisan budaya daerah.
Ia juga menyebut, penyelenggara kegiatan kemungkinan memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan skala kegiatan maupun pihak-pihak yang diundang untuk hadir.
“Panitia tentu menyesuaikan dengan kemampuan dan kondisi yang ada. Yang penting kegiatan tetap berjalan dan tujuan pelestarian budaya tetap tercapai,” katanya.
Menurutnya, perhatian publik sebaiknya tidak hanya tertuju pada kehadiran pejabat dalam sebuah acara, tetapi juga pada upaya masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Budaya itu yang harus terus dijaga. Karena pada akhirnya yang terpenting adalah tradisi tetap hidup dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya,” tutupnya.
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





