‎Kapal Terlambat, BBM Berau Sempat Langka‎

Rabu, 9 September 2026

‎NUSANTARA KALTIM, BERAU – ‎Kelangkaan BBM di Kabupaten Berau pada 30–31 Agustus 2026 bukan karena stok di Jober Pertamina kosong. Gangguan terjadi akibat terlambatnya kapal pengangkut BBM dari Balikpapan.
‎
‎Perwakilan Jober Pertamina Berau, Fungsional Suplai dan Distribusi Jober Patra Niaga Berau, Hari Yusono Pangestu, menyebut keterlambatan kapal dipengaruhi dua faktor, yakni cuaca dan adanya kapal pengangkut batu bara yang kandas di Sungai Alam Segar.
‎
‎“Untuk keterlambatan kapal yang supply dari Balikpapan, ada dua faktor,” ujarnya.
‎
‎Kondisi tersebut kemudian berdampak pada kelancaran distribusi BBM ke Berau. Untuk mengatasi kekurangan pasokan, Pertamina menjalankan skema Alternative Emergency Supply (AES).
‎
‎Pasokan darurat awal didatangkan melalui jalur darat dari Fuel Terminal Samarinda. Tiga kali pengiriman dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 16 ton.
‎
‎Namun, jalur tersebut memiliki keterbatasan. Jarak Samarinda-Berau membuat waktu tempuh distribusi bisa mencapai sekitar 30 jam.
‎
‎Pertamina kemudian menambah jalur pasokan melalui Fuel Terminal Tarakan. Sebanyak tiga kapal SPOB didatangkan untuk menutup kekurangan pasokan akibat gangguan distribusi pada akhir Agustus.
‎
‎Langkah itu dilakukan agar kebutuhan BBM masyarakat kembali terpenuhi memasuki September.
‎
‎Hari memastikan kondisi pasokan saat ini aman. Bahkan, kebutuhan ritel pada 1–7 September disebut telah terpenuhi 100 persen berdasarkan Daily Of Throughput (DOT) atau kebutuhan harian.
‎
‎“Untuk stok pagi ini di Jober dalam kondisi aman. Ke depannya, kapal dari Balikpapan juga akan datang,” katanya.
‎
‎Pertamina juga membantah dugaan adanya penghentian kapal secara sengaja atau fraud selama proses pengangkutan. Pergerakan kapal disebut terus dipantau melalui GPS.
‎
‎“Dari GPS, kapal tidak berhenti untuk melakukan fraud,” tegasnya.
‎
‎Selain pemantauan perjalanan, proses pembongkaran BBM dilengkapi berita acara. Sementara selisih volume atau losses dalam pengangkutan masih berada dalam batas toleransi.
‎
‎Dengan pengalaman gangguan pasokan akhir Agustus, Pertamina kini menyiapkan skema pasokan alternatif agar keterlambatan kapal utama tidak kembali langsung berdampak pada ketersediaan BBM di Berau.(*)
‎
‎Reporter: Akmal | Editor: Sarno
‎

Bagikan