NUSANTARAKALTIM, BERAU – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Berau mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau mencatat sekitar 3.400 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) saat kondisi kualitas udara memburuk.
Rahmawati S, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, mengatakan kondisi asap saat ini cukup mengkhawatirkan, terutama di kawasan Kapten Berau.
“Kalau melihat kondisi sekarang, asap sudah cukup parah,” ujarnya.
Menurutnya, Dinkes Berau terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memantau dampak kabut asap. Kondisi udara yang masuk kategori tidak sehat dinilai dapat meningkatkan potensi munculnya berbagai penyakit, terutama gangguan pernapasan.
“Untuk sementara ini sekitar 3.400 kasus. Kalau melihat data sepanjang tahun, kasus ISPA memang cukup tinggi dan rata-rata setiap bulan berada di kisaran 2.000 sampai 3.000 kasus,” jelasnya.
Mengantisipasi dampak kabut asap, Dinkes Berau juga menyiapkan masker untuk masyarakat. Bantuan masker sebelumnya diterima dari PT THL dan PT RAP di Batu Putih dan kemudian didistribusikan kepada warga.
Rahmawati mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi asap semakin pekat. Jika harus keluar, masyarakat diminta menggunakan masker yang memenuhi standar kesehatan.
“Minimal gunakan masker tiga lapis atau masker bedah. Kalau berada di luar ruangan, gunakan masker dengan benar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk melindungi mata apabila kondisi asap semakin pekat, salah satunya dengan menggunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
Dinkes Berau mengingatkan masyarakat tidak menganggap kabut asap sebagai kondisi biasa. Pencegahan sejak dini dinilai penting untuk menekan risiko gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang memburuk.(*)
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





