DPRD Soroti Abrasi di Kawasan Wisata Maratua

Minggu, 24 Mei 2026
Pulau Maratua,Keindahan pulau terluar Kabupaten Berau ini berbanding lurus dengan tantangan konektivitas, di mana akses jaringan internet masih kerap mengalami gangguan. (Istimewa)

NUSANTARAKALTIM,BERAU-Abrasi pantai yang terus mengikis kawasan pesisir di Kepulauan Maratua menjadi perhatian DPRD Berau. Kerusakan garis pantai di wilayah wisata unggulan itu dinilai membutuhkan penanganan cepat agar tidak semakin mengancam lingkungan dan sektor pariwisata.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mengatakan penanganan abrasi di kawasan pesisir seperti Pulau Maratua merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih intens antara pemerintah daerah dan provinsi agar langkah penanganan bisa segera direalisasikan.

Menurutnya, abrasi yang terjadi setiap tahun tidak boleh dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap kondisi lingkungan dan keberlangsungan objek wisata di Berau.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto.

“Wilayah wisata seperti Maratua harus mendapat perhatian serius karena abrasi terus terjadi,” ujarnya.

Ia juga meminta wakil rakyat asal Berau yang duduk di DPRD Provinsi Kalimantan Timur ikut mengawal persoalan tersebut agar masuk dalam prioritas pembangunan provinsi.

Selain Pulau Maratua, kawasan wisata lain seperti Kepulauan Derawan dan Biduk-Biduk juga disebut memerlukan perhatian terhadap ancaman abrasi pantai.

Subroto menilai kerusakan pesisir yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengurangi daya tarik wisata Berau. Padahal, sektor pariwisata menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.

Ia mendorong pemerintah daerah agar aktif menyampaikan persoalan abrasi dalam forum perencanaan pembangunan tingkat provinsi melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar program penanganan abrasi bisa masuk dalam agenda dan penganggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Ia juga mengakui keterbatasan pemerintah kabupaten dalam menangani abrasi karena terbentur kewenangan serta kondisi anggaran daerah yang terbatas.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat memberikan perhatian lebih terhadap perlindungan kawasan pesisir dan destinasi wisata di Kabupaten Berau.Reporter:Akmal I Editor: Sarno

Bagikan