NUSANTARAKALTIM, BERAU-Keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi alasan terhambatnya upaya perlindungan Jembatan Bujangga.
DPRD Berau mendorong pemerintah daerah menggandeng perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pembangunan sarana pengaman di kawasan jembatan.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan guna menjaga aset publik yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan pembangunan portal permanen dan sistem pembatas kendaraan di Jembatan Bujangga memerlukan dukungan berbagai pihak agar dapat segera direalisasikan.
“Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau bisa dilibatkan melalui program CSR sebagai bentuk kepedulian terhadap infrastruktur yang digunakan masyarakat,” katanya.
Ia menyebut sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Berau berpotensi diajak berpartisipasi dalam upaya menjaga keberlangsungan fungsi jembatan tersebut.
Selain pembangunan portal yang lebih kokoh, dukungan CSR juga dapat diarahkan untuk pemasangan rambu keselamatan dan sarana pendukung lainnya guna memperkuat pengawasan kendaraan bertonase besar.
Sumadi menilai langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan harus mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi di kemudian hari.
Menurutnya, perlindungan terhadap infrastruktur publik merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat sebagai pengguna fasilitas tersebut.
“Jangan sampai kita menunggu kerusakan terjadi baru bergerak. Menjaga lebih murah daripada memperbaiki,” ujarnya.
DPRD berharap sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dapat memperkuat upaya menjaga Jembatan Bujangga agar tetap aman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





