NUSANTARAKALTIM, BERAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah membuat Pemerintah Kabupaten Berau kembali memperkuat ikhtiar menghadapi kemarau panjang.
Untuk ketiga kalinya, Salat Istisqa digelar sebagai doa bersama agar hujan segera turun dan membantu meredam titik api yang hingga kini masih menjadi ancaman.
Ratusan warga mengikuti Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah, Rabu (2/9/2026) pagi. Jemaah terlebih dahulu melantunkan istigfar dan salawat sebelum bersama-sama memanjatkan doa memohon hujan kepada Allah SWT.
Kegiatan tersebut turut dihadiri ulama nasional Buya Yahya yang memimpin rangkaian doa.
Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan Salat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi kemarau yang belum juga berakhir.
“Sudah tiga kali kita melaksanakan Salat Istisqa. Kita terus berdoa, tetapi ikhtiar di lapangan juga tidak boleh berhenti,” tegas Gamalis.
Menurutnya, Pemkab Berau tetap menjalankan berbagai langkah teknis untuk mengendalikan karhutla. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus diupayakan, sementara koordinasi dengan Mabes TNI dilakukan untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Pemerintah daerah juga mengupayakan dukungan pesawat water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit dipadamkan melalui jalur darat.
“Kami terus mengupayakan water bombing. Titik api yang sulit dijangkau dari darat harus ditangani dengan cara lain,” ujarnya.
Gamalis menyebut kondisi di Kecamatan Tabalar menjadi salah satu perhatian pemerintah. Api yang sempat mendekati kawasan permukiman menjadi peringatan agar penanganan tidak boleh terlambat.
“Kalau api sudah mendekati permukiman, keselamatan warga menjadi prioritas utama,” katanya.
Ia menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah terus mengerahkan kemampuan yang ada, sementara masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Pemerintah terus bergerak, masyarakat terus berdoa. Semua harus bersinergi,” pungkasnya.(*)
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





