NUSANTARAKALTIM, BERAU – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau mulai berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Warga harus menghabiskan waktu mengantre di SPBU, sementara mencari bensin eceran juga tidak mudah.
Kondisi ini terlihat sejak Minggu (30/8/2026) malam hingga Senin (31/8/2026) pagi. Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU, bahkan mengular hingga ke bahu jalan.
Di tengah keterbatasan stok, pom mini dan kios bensin eceran yang biasanya menjadi pilihan alternatif warga juga ikut diserbu.
Rizal, warga Sambaliung, mengaku heran melihat kondisi tersebut.Menurutnya, warga kini tidak hanya mencari BBM di SPBU, tetapi juga harus berpindah dari satu pom mini ke lokasi lainnya.
“Biasanya pom mini tidak seramai ini. Sekarang warga ikut antre karena di SPBU juga susah,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut cukup menyulitkan masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kalau harus antre lama, kerja juga bisa terlambat. Kalau cari eceran, belum tentu ada,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Andi, warga Sambaliung yang menggunakan Pertalite untuk aktivitas harian. Ia mengaku khawatir kehabisan bensin karena indikator bahan bakar kendaraannya sudah berada di batas minimum.
“Bensin sudah kedap-kedip. Mau berangkat kerja jadi bingung harus cari ke mana,” ujarnya.
Andi mengaku sempat mempertimbangkan untuk kembali ke SPBU Sambaliung maupun SPBU H Isa jika antrean mulai berkurang.
Sementara itu, sejumlah warga memilih mencari BBM eceran untuk menghindari antrean panjang. Namun, stok di beberapa kios juga disebut kosong.
Seorang warga mengaku telah mencari bensin dari kawasan Jalan Durian 3 hingga Jalan Durian 1, tetapi belum mendapatkan BBM yang dibutuhkan.
Kelangkaan ini pun mulai memicu keresahan masyarakat. Warga meminta pemerintah dan aparat segera memastikan penyebab tersendatnya pasokan serta memperketat pengawasan distribusi BBM.(*)
Reporter: Akmal I Editor :Sarno





