NUSANTARAKALTIM, BERAU – Rektor Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) periode 2026-2030, Nahwadi Fadelan, didorong memperkuat riset yang berkaitan langsung dengan potensi dan kebutuhan Kabupaten Berau.
Dorongan tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Andi Marewangeng, saat menghadiri pelantikan Nahwadi sebagai Rektor UMB, Senin (28/9/2026).
Menurut Andi, kampus memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah daerah mengkaji berbagai potensi Berau. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi dapat memberikan rekomendasi yang bisa digunakan dalam menentukan kebijakan.
“Riset tentang potensi lokal Berau perlu terus dikembangkan,” ujarnya saat membacakan sambutan bupati.
Sejumlah bidang dinilai memiliki ruang besar untuk dikaji, mulai dari kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, ekowisata hingga potensi ekonomi daerah.
Andi menilai Berau memiliki sumber daya alam yang besar, namun masih membutuhkan kajian ilmiah yang lebih mendalam agar pemanfaatannya tetap memperhatikan keberlanjutan.
“Riset-riset ini nantinya diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi daerah,” katanya.
Selain riset, Pemkab Berau juga membuka ruang kerja sama dengan UMB. Kolaborasi dapat dilakukan melalui penelitian, program magang, pengabdian kepada masyarakat hingga kegiatan akademik yang berkaitan dengan kebutuhan pemerintah daerah.
Di sisi lain, pemerintah daerah tetap mendorong UMB meningkatkan kualitas akademik dan akreditasi. Penguatan tersebut diharapkan membuat UMB semakin dipercaya sebagai pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat Berau.
“Berau tidak bisa maju tanpa kampus yang maju,” tegasnya.
Andi juga menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Bayu yang telah memimpin UMB selama dua periode. Sementara kepada Nahwadi Fadelan, ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa UMB semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan daerah.
“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh kreativitas dan inovasi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





