Marak Pasar Bayangan, DPRD Ingin Aktivitas Dagang Kembali Terpusat

Rabu, 17 Juni 2026
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi

NUSANTARAKALTIM,TANJUNG REDEB – Keberadaan pasar-pasar dadakan yang semakin banyak bermunculan di sejumlah ruas jalan di wilayah perkotaan menjadi perhatian DPRD Berau. Selain dinilai mengurangi fungsi pasar resmi, aktivitas perdagangan di bahu jalan tersebut juga dianggap perlu ditata demi menjaga ketertiban dan meningkatkan penerimaan daerah.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, meminta Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) mengambil langkah konkret terhadap maraknya pasar tidak resmi yang kini banyak diminati masyarakat.

Menurutnya, aktivitas jual beli yang berpindah ke pinggir jalan membuat Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) kehilangan sebagian pengunjung. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena pasar resmi telah disiapkan pemerintah sebagai pusat perdagangan masyarakat.

“Kami meminta pemerintah daerah melalui Diskoperindag agar segera melakukan penataan terhadap pasar-pasar yang mulai tumbuh di sejumlah kawasan,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Sumadi mengatakan, apabila pemerintah berencana mengembalikan para pedagang ke dalam kawasan pasar resmi, maka diperlukan aturan yang jelas dan dapat diterapkan secara adil kepada seluruh pedagang. Dengan demikian, aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih tertib sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menilai keberadaan pedagang di lokasi yang tidak semestinya berpotensi mengurangi pendapatan daerah dari sektor retribusi. Di sisi lain, penataan yang baik juga akan berdampak pada wajah kota yang lebih rapi dan nyaman.

“Kalau memang ingin dipusatkan kembali ke pasar yang disediakan pemerintah, maka harus ada regulasi yang jelas sehingga semua pedagang memiliki kewajiban yang sama dan dapat mendukung peningkatan PAD,” katanya.

Selain berdampak pada penerimaan daerah, penataan pasar juga diyakini dapat mengembalikan estetika kawasan perkotaan, khususnya di Tanjung Redeb, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan ketertiban dan keindahan kota.

Reporter: Akmal
Editor: Sarno

Bagikan