PHK Mulai Menghantui Berau, DPRD: Kurangi Ketergantungan pada Tambang

Senin, 1 Juni 2026
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi

NUSANTARAKALTIM, BERAU-Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mulai terjadi di sektor pertambangan menjadi sinyal peringatan bagi Kabupaten Berau untuk segera memperkuat sektor ekonomi di luar industri ekstraktif. DPRD Berau menilai kondisi ini menunjukkan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap lapangan kerja di sektor tambang.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengatakan dampak PHK tidak hanya dirasakan oleh pekerja yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi keluarga dan aktivitas usaha masyarakat secara luas.

Menurutnya, situasi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Berau. Ketika perusahaan mulai melakukan efisiensi, efeknya akan langsung dirasakan masyarakat.

“PHK ini bukan persoalan sederhana. Dampaknya bisa meluas terhadap kondisi ekonomi masyarakat dan tingkat pengangguran di daerah,” ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, Sumadi mengingatkan perusahaan agar tetap memberikan perhatian kepada tenaga kerja lokal dalam setiap kebijakan yang diambil. Ia berharap masyarakat Berau tidak menjadi kelompok yang paling terdampak dari kebijakan pengurangan karyawan.

Selain itu, ia menilai kondisi saat ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mempercepat upaya diversifikasi ekonomi. Menurutnya, Berau tidak bisa terus bergantung pada sektor pertambangan sebagai penopang utama perekonomian daerah.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah mendorong pengembangan industri hilir berbasis potensi lokal. Dengan hilirisasi, komoditas yang selama ini dijual dalam bentuk bahan mentah dapat diolah lebih lanjut sehingga menghasilkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru.

“Berau memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Jangan hanya bergantung pada tambang karena sektor ini sangat dipengaruhi kondisi pasar dan kebijakan perusahaan,” katanya.

Ia mencontohkan sektor perkebunan kelapa sawit yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi industri pengolahan. Jika produk turunan dapat diproduksi di daerah, maka peluang kerja baru akan semakin terbuka bagi masyarakat.

Menurut Sumadi, daerah lain telah membuktikan bahwa hilirisasi mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Karena itu, Berau dinilai perlu mulai mengarahkan pembangunan ekonomi ke sektor-sektor yang mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Selain mendorong pemerintah dan dunia usaha, ia juga mengajak masyarakat untuk mulai melihat peluang di sektor lain seperti pertanian, perkebunan, perikanan maupun usaha mandiri. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki alternatif sumber pendapatan ketika sektor tertentu mengalami perlambatan.

“Ini menjadi pelajaran bahwa kita tidak bisa hanya bertumpu pada satu sektor ekonomi. Semakin banyak pilihan usaha dan pekerjaan yang tersedia, maka masyarakat akan lebih siap menghadapi perubahan kondisi ekonomi,” pungkasnya.

Reporter: Akmal I Editor: Sarno

Bagikan