Pelayanan Kesehatan Harus Dibenahi

Kamis, 14 Mei 2026
Pelayanan Di Rumah Sakit Umum Abdul Rifai Tanjung Redeb

NUSANTARAKALTIM, BERAU – DPRD Berau menaruh perhatian pada kualitas layanan kesehatan di Berau. Tidak hanya pelayanan rumah sakit, sistem layanan BPJS Kesehatan juga dinilai perlu dievaluasi karena masih banyak dikeluhkan masyarakat.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan evaluasi menyeluruh untuk melihat efektivitas layanan kesehatan, mulai dari pelayanan rumah sakit hingga mekanisme pembiayaan melalui BPJS.

“Pelayanan kesehatan ini kebutuhan dasar. Jadi tidak boleh ada warga yang kesulitan karena sistemnya tidak sinkron,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu dibenahi adalah koordinasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan BPJS. Ketidaksinkronan tersebut dinilai menjadi penyebab banyak keluhan yang muncul dari masyarakat.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi

Selain itu, DPRD juga akan menelaah keseimbangan antara pendapatan rumah sakit dengan biaya operasional serta kualitas pelayanan. Sumadi menilai besarnya anggaran yang dialokasikan untuk sektor kesehatan harus sejalan dengan mutu layanan yang diterima masyarakat.

“Anggarannya besar, maka pelayanan juga harus maksimal. Ini yang akan kami cermati,” tegasnya.

Persoalan lain yang menjadi sorotan adalah penolakan klaim layanan BPJS. Ia menyebut banyak warga mengaku kebingungan ketika pengobatan tidak ditanggung, padahal iuran terus dibayarkan melalui program pemerintah.

Menurut Sumadi, kondisi ini terjadi karena masih minimnya pemahaman masyarakat terhadap jenis layanan yang dijamin maupun yang tidak termasuk dalam ketentuan BPJS.

“Warga banyak yang belum paham. Saat ditolak, mereka merasa dirugikan,” katanya.

Karena itu, DPRD meminta BPJS Kesehatan lebih aktif melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami prosedur, hak, dan batasan layanan. Langkah tersebut dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman saat warga membutuhkan pelayanan medis.

Sumadi berharap evaluasi ini dapat menjadi langkah perbaikan agar sistem kesehatan di Berau lebih transparan, terkoordinasi, dan benar-benar memberi kepastian bagi masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat datang berobat, tapi justru terbebani karena sistem yang tidak jelas,” pungkasnya.

Reporter: Akmal I Editor: Sarno

Bagikan