NUSANTARAKALTIM, BERAU – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Pasarian Mangunsong, mendorong pemkab memanfaatkan lahan untuk meningkatkan produksi pertanian di Bumi Batiwakkal.
Dijelaskan Rudi, Kabupaten Berau memiliki potensi cetak sawah seluas 5.647 hektare untuk mendukung ketahanan pangan tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, luas panen padi pada tahun 2024 mencapai 5.674,14 hektare. Lahan pertanian, termasuk lahan basah dan kering, secara keseluruhan mencapai 12.522,95 hektare.
“Saat ini baru tergarap 895 hektare,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan luas tanam harus diiringi dengan kesiapan infrastruktur pendukung. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan gudang penyimpanan hasil pertanian.
“Kalau produksi meningkat, tapi tidak didukung gudang penyimpanan, petani bisa mengalami kerugian pascapanen. Ini yang harus dipikirkan bersama,” tegasnya.

Menurutnya, fasilitas penyimpanan sangat penting untuk menekan potensi kerugian petani, terutama pada masa panen raya.
“Tanpa dukungan tersebut, hasil produksi dikhawatirkan tidak dapat optimal,” ujarnya.
Selain sektor pertanian, Rudi juga menilai pengembangan peternakan perlu berjalan seiring. Sinergi antara kedua sektor ini dianggap menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Berau.
“Kalau ini bisa dimaksimalkan, saya yakin Berau mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” pungkasnya.
Reporter: Akmal | Editor: Sarno





