NUSANTARA KALTIM, BERAU –Rencana pengoperasian transportasi DAMRI menuju wilayah pesisir seperti Biduk-Biduk dinilai menjadi langkah strategis dalam membuka keterisian akses sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Berau.
Wakil Ketua II DPRD Berau, H. Sumadi, menegaskan bahwa hadirnya layanan transportasi ini bukan sekadar menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi pintu masuk peningkatan ekonomi daerah.
“Program ini tinggal disinergikan, termasuk angkutan gratis pelajar,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menilai, kondisi jalan menuju pesisir yang semakin membaik menjadi faktor pendukung utama dibukanya rute tersebut. Meski demikian, masih terdapat sejumlah titik yang perlu peningkatan kualitas agar perjalanan lebih aman dan nyaman.
”Ada ruas yang harus ditingkatkan, ini perlu koordinasi dengan provinsi,” tegasnya.
Menurutnya, kemudahan akses menuju kawasan wisata seperti Biduk-Biduk akan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan. Hal ini dinilai sebagai peluang untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Retribusi bisa diterapkan dengan tarif terjangkau,” katanya.
Di sisi lain, Sumadi mengingatkan agar kehadiran DAMRI tidak mematikan usaha transportasi lokal. Ia menilai, peningkatan aktivitas masyarakat justru akan membuka ruang bagi semua pelaku usaha.
“Kebutuhan transportasi tinggi, semua masih punya peluang,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan, operasional DAMRI nantinya akan menyesuaikan dengan tingkat permintaan penumpang. Penambahan armada dimungkinkan jika tingkat keterisian tinggi.
“Kalau ramai, armada ditambah. Kalau tidak, disesuaikan,” pungkasnya.
DPRD Berau memastikan akan terus mengawal optimalisasi layanan ini agar mampu memberikan manfaat luas, baik bagi masyarakat maupun pengembangan pariwisata pesisir daerah.
Reporter: Akmal | Editor: Sarno





