NUSANTARAKALTIM,TANJUNG REDEB – Keindahan Pantai Teluk Harapan di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, kini terancam oleh laju abrasi yang terus meningkat setiap tahun. Warga setempat tetap bertahan, meski garis pantai semakin mendekati pemukiman dan infrastruktur jalan.
Mantan Ketua DPRD Berau periode 2019–2024, Madri Pani, menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ia mendorong agar segera dilakukan pembangunan pemecah ombak untuk melindungi kawasan wisata sekaligus menjaga keberlangsungan UMKM lokal di sepanjang pantai.

“Pantai Teluk Harapan ramai wisatawan. Sangat disayangkan kalau keindahan pantai ini hilang begitu saja karena abrasi. UMKM di sepanjang pantai pun bisa tergeser,” ujar Madri Pani saat ditemui di Maratua.
Selain abrasi, Madri juga menyoroti lemahnya jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan tower jaringan baru, agar tidak hanya mengandalkan koneksi dari Tanjung Batu.
“Kalau wisatawan ramai, jaringan langsung lelet. Padahal jaringan yang bagus itu penting, bukan hanya untuk komunikasi darurat, tapi juga agar wisatawan bisa mempromosikan Maratua lewat media sosial,” jelasnya.
Ia menambahkan, konektivitas yang baik juga akan membantu pelayanan pemerintahan kampung dan pendidikan di era digital saat ini.
Sementara itu, warga lokal Maratua, Tarisno, mengungkapkan abrasi terjadi setiap tahun, terutama pada bulan November hingga Desember. Ia menuturkan bahwa air laut kini sudah mendekati permukiman warga.
“Dulu air laut belum pernah sampai ke jalan. Sekarang sudah naik ke tepi jalan dan mulai mendekati rumah warga. Dalam setahun bisa bergeser sekitar satu meter,” ungkapnya.
Menurut Tarisno, persoalan abrasi sudah sering dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), namun hingga kini belum ada realisasi karena kekhawatiran terhadap dampak terhadap terumbu karang.
“Kami paham soal terumbu karang, tapi pemecah ombak bisa ditempatkan di area pasir putih yang tidak mengganggu ekosistem laut,” ujarnya.
Madri Pani menegaskan, pemerintah harus memberi apresiasi kepada masyarakat Maratua yang tetap bertahan dan menjaga potensi wisata daerah meski hidup di tengah keterbatasan.
“Masyarakat di sini luar biasa. Dengan segala keterbatasan, mereka tetap menjaga potensi wisata Maratua. Sudah sepantasnya pemerintah hadir memberikan solusi nyata,” tegasnya.Reporter:Akmal
(





