NUSANTARAKALTIM,BIATAN — Fasilitator Kampung Karangan, Hasni Nasir, menjadi salah satu motor penggerak dalam kebangkitan ekonomi nelayan di Kampung Karangan, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau.
Ia menyebut bahwa masyarakat kini tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut, tetapi mulai beralih pada industrialisasi produk turunan yakni olahan terasi khas Muara Bajo.
”Selama bertahun-tahun, warga RT 3 dan RT 4 yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan mengolah udang rebon menjadi terasi secara manual,” ujarnya.
Ia juga mengatakan kualitas tinggi sudah diakui, namun produktivitas belum maksimal akibat keterbatasan fasilitas dan alat.
“Melihat potensi tersebut, kami mulai mengembangkan terasi dan mengarahkan secara serius melalui kolaborasi antara Pejuang SIGAP SEJAHTERA, Dinas Perikanan, dan pemerintah kampung,” katanya.
Kemudian kami menjadikan olahan terasi sebagai sektor industri rumah tangga yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Langkah ini mulai ditetapkan, di antaranya kami mulai membentuk kelompok produksi terasi, kerjasama dengan BUMKampung, serta rencana pembangunan rumah produksi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, ketersediaan fasilitas seperti mesin pengolah, PLTS, hingga peralatan penunjang produksi menjadi kebutuhan mendesak agar kualitas dan kuantitas terus meningkat.
”Memang saat ini mesin belum sepenuhnya mendukung produksi,” ujarnya.
Dari sisi legalitas, terasi Muara Bajo telah mengantongi PIRT dan NIB, serta kini memasuki tahap sertifikasi halal BPOM.
”Ini menunjukkan keseriusan masyarakat untuk menembus pasar yang lebih luas dan berdaya saing,” terangnya.
Inovasi terbaru juga lahir melalui peluncuran produk “Terasi Sangrai”, yang diproyeksikan menjadi ikon baru Kampung Karangan.
”Terasi ini akan dilengkapi legalitas penuh dan diharapkan menjadi identitas baru terasi Berau semoga mampu menembus pasar disini dan diluar daerah,” jelasnya.
Hasni Nasir menegaskan pihaknya tidak hanya mendampingi dalam proses produksi, tetapi juga dalam penguatan branding, promosi, dan pemasaran digital.
“Untuk sementara kita launching melalui sosial media dulu. Kita manfaatkan semua fasilitas yang ada. Harapannya, produk semakin dikenal dan dapat memberi manfaat ekonomi bagi nelayan seiring peningkatan permintaan pasar,” tegasnya.
Masyarakat Muara Bajo percaya, ketika industri terasi tumbuh, peluang kerja semakin terbuka dan minat investor akan hadir.
“Nelayan tidak hanya bergantung pada penjualan hasil tangkapan, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi dan mampu menarik minat investor” tutupnya.
Reporter : Akmal
Editor : Sarno





