Belum Bermanfaat, Embung Maratua Butuh Rp 15 Miliar Lagi

Sabtu, 29 November 2025

NUSANTARAKALTIM, BERAU — Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, menegaskan Pembangunan Embung di Pulau Maratua masih belum dapat difungsikan dalam waktu dekat.‎‎

“Keterlambatan operasional bukan karena proyek mangkrak, melainkan karena proses pengerjaan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” tegasnya. Jumat (28/11/2025) saat ditemui di DPUPR.

‎‎Menurut Hendra, pembangunan embung di wilayah kepulauan membutuhkan perencanaan dan pendanaan jangka panjang. Jarak lokasi yang jauh dan skala pekerjaan yang besar tak memungkinkan proyek tersebut rampung dalam satu tahun anggaran.‎‎

“Anggarannya memang belum cukup, ini baru tahap pertama. Untuk proyek besar seperti embung, apalagi di Maratua yang posisinya jauh, kita tidak bisa mekanisme satu tahun anggaran langsung selesai,” jelasnya.

Embung Kampung Teluk Alulu Pulau Maratua

‎‎Ia menjelaskan, tahapan awal konstruksi telah diselesaikan sesuai kontrak. Adapun keberlanjutan proyek bergantung pada ketersediaan anggaran pada tahun berikutnya. DPUPR menaksir total kebutuhan dana sekitar Rp 15 miliar untuk menyelesaikan embung hingga benar-benar siap operasional.

‎‎“Kalau sampai jadi embungnya itu sekitar 15 miliar. Tapi untuk beroperasi lagi tergantung mau dijadikan apa dulu. Kalau untuk sumber air baku saja, tinggal selesaikan penutup dan tangkapan airnya. Kalau mau air bersih, perlu instalasi pengolahan tambahan,” ujarnya.

‎‎Hendra juga mengatakan bahwa meskipun belum berfungsi penuh, embung tidak akan masuk kategori mangkrak karena fase pekerjaan tahap pertama telah selesai dan tidak ada kontrak yang terabaikan.‎‎

“Mangkrak itu kalau kontraknya ada tapi tidak dikerjakan. Ini kan kontraknya sudah selesai. Bukan mangkrak,” tegasnya.

‎‎Namun Hendra tidak dapat memastikan apakah proyek embung akan kembali mendapatkan alokasi anggaran pada 2026. Kondisi defisit anggaran disebut menjadi tantangan terbesar DPUPR dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis.‎‎

“Anggaran lagi dipotong-potong. Kita belum tahu tahun depan dapat alokasi lagi atau tidak,” katanya.‎‎

Meski dalam fase menunggu pembiayaan, Hendra memastikan embung tidak akan mengalami kerusakan fisik signifikan selama tidak ada tindakan perusakan oleh pihak tertentu.

‎‎“Kalau dirusakin ya rusak, kalau tidak ya tidak rusak. Jadi bukan karena menunggu anggaran lalu otomatis rusak,” tutupnya. ‎‎

Reporter : Akmal‎

Editor : Sarno

Bagikan