NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Program peremajaan tanaman perkebunan, khususnya sawit dan kakao Kabupaten Berau. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa untuk peremajaan sawit, pemerintah daerah sudah sejak lama tidak memberikan subsidi langsung.
“Kalau peremajaan sawit, pemerintah daerah sejak 10 tahun terakhir memang tidak ada subsidi apapun. Jadi kalau peremajaan sawit masyarakat sifatnya mandiri,” ungkap Lita. Selasa (27/1/2026) saat ditemui di Gedung Bapelitbang.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada perusahaan perkebunan sawit di Berau yang masuk dalam tahap peremajaan karena usia tanaman masih di bawah 30 tahun. Dengan demikian, peremajaan lebih banyak dilakukan oleh masyarakat secara swadaya.
Meski begitu, Lita menyebutkan bahwa sebenarnya terdapat program dari pemerintah pusat berupa Dana Peremajaan Rakyat yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Dana tersebut dapat diakses oleh petani sawit rakyat sebagai bentuk bantuan peremajaan.
“Dana dari BPDP itu bisa diakses, tapi tentu dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Tak hanya sawit, Lita juga menegaskan bahwa program bantuan tersebut tidak terbatas pada satu komoditas saja. Perkebunan lain seperti kakao juga memiliki peluang untuk mendapatkan dukungan, selama memenuhi persyaratan yang berlaku.
“Semua bisa sebenarnya, termasuk kakao. Cuma memang persyaratannya cukup banyak,” pungkasnya.
Reporter: Akmal I Editor: Sarno





