NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB — Berau kini mengarahkan fokus baru pada pengembangan komoditas kelapa. Setelah jagung dan kakao, tanaman kelapa mulai dilirik sebagai penopang ekonomi masyarakat sekaligus pendukung sektor pariwisata.
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa upaya ini sudah berjalan selama tiga tahun terakhir melalui pembagian bibit ke berbagai wilayah.
“Bibitnya bukan satu jenis, tapi beberapa. Ada kelapa pandan, kelapa entok, dan kelapa biduk,” jelasnya.
Ia menjelaskan Jenis-jenis ini cepat berbuah, dua sampai tiga tahun sudah bisa dipanen. Itu yang membuatnya lebih ekonomis bagi petani.
”Kami tidak asal mendistribusikan bibit. Setiap jenis diarahkan ke kawasan yang sesuai dengan karakter lingkungan dan pasar.” jelasnya.
Untuk destinasi wisata seperti Maratua, kelapa pandan diprioritaskan karena bentuk pohonnya pendek, rasanya wangi, dan cocok dijual sebagai kelapa muda bagi wisatawan.
“Kelapa pandan ini sekaligus jadi daya tarik wisata. Wisatawan bisa merasakan kelapa muda khas Berau dengan aroma pandan yang tidak ditemukan di daerah lain,” ujarnya.
Sementara kelapa entok dan kelapa biduk lebih banyak dikembangkan di wilayah yang mendorong produksi santan dan olahan kelapa. Program ini juga bertujuan untuk menggantikan tanaman kelapa tua yang sudah sulit dipanen.
“Di Biduk-Biduk misalnya, banyak kelapa yang sudah terlalu tinggi. Petani kesulitan memanen. Makanya kami dorong penanaman entok dan biduk sebagai regenerasi tanaman,” tambahnya.
Ia mengatakan berdasarkan data Disbun, luas lahan kelapa di Berau mencapai sekitar 2.310 hektare. Wilayah terluas berada di Biduk-Biduk dengan 1.400 hektare, disusul Batu Putih 156 hektare, Pulau Derawan 108 hektare, Maratua 204 hektare, dan Biatan serta Segah masing-masing sekitar 65 hektare.
Lita menegaskan bahwa pengembangan kelapa bukan sekadar menambah daftar komoditas, tetapi diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
“Harapannya jelas, petani terbantu, wisata berkembang, dan ekonomi daerah ikut bergerak. Kalau ini berjalan konsisten, kelapa bisa jadi salah satu ciri khas Berau ke depannya,” tutupnya.
Reporter : Akmal





