Pendapatan HSB Sentuh Rp7 Miliar, DPRD Berau Ingatkan: Jangan Kejar Laba, Lupakan Hutan!

Minggu, 26 Oktober 2025
Tinjauan direksi PT Hutan Sanggam ke lokasi Hutan Sanggam (IST)

NUSANTARAKALTIM,BERAU – Kinerja PT Hutan Sanggam Berau (HSB) menuai apresiasi setelah perusahaan daerah tersebut mencatatkan proyeksi pendapatan hingga Rp7 miliar pada akhir tahun 2025. Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak HSB berdiri pada 2003 dan menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi daerah.

Namun, di tengah kabar baik tersebut, DPRD Berau mengingatkan agar perusahaan tidak terlena dengan capaian finansial semata. Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menegaskan bahwa keberhasilan bisnis harus tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga lingkungan.

Tinjauan direksi PT Hutan Sanggam ke lokasi Hutan Sanggam (IST)

“Keuntungan penting, tapi jangan sampai melupakan kelestarian hutan dan ekosistem di dalamnya. Hutan Sanggam bukan hanya sumber daya ekonomi, tapi juga identitas dan penyangga kehidupan masyarakat Berau,” tegas Elita.

Politisi Partai Golkar itu menilai, HSB harus menjadi contoh perusahaan daerah yang mengedepankan prinsip bisnis berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan finansial justru seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat program konservasi dan tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kita bangga dengan capaian ini, tapi keberlanjutan harus jadi prioritas. Jangan sampai demi angka, kita mengorbankan lingkungan yang selama ini jadi kekayaan utama Berau,” tambahnya.

Sementara itu, Manajer Tamhut Binsos PT HSB, Anwar Kalfangare, menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim serta dukungan dari berbagai pihak. Ia menjelaskan, tahun ini HSB juga berkontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan estimasi mencapai Rp1,9 hingga Rp2 miliar.

“Alhamdulillah, tahun ini jadi pencapaian tertinggi sejak kami berdiri. Meski tantangan cuaca dan lahan produksi cukup berat, kami tetap menjaga stabilitas keuangan,” ujarnya.

Anwar menambahkan, HSB berkomitmen tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi fokus pada stabilitas usaha jangka panjang dan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab.

“Lebih baik stabil dan sehat secara finansial daripada mengejar untung besar tapi justru merugi di tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.

Capaian positif HSB ini menjadi bukti nyata kemampuan perusahaan daerah untuk tumbuh di tengah tantangan ekonomi. Namun, pesan DPRD Berau menjadi pengingat penting: kemajuan ekonomi tidak boleh menyingkirkan tanggung jawab terhadap alam yang menjadi penopang kehidupan di Bumi Batiwakkal.

Bagikan