Pembangunan Sekolah Rakyat, Lahan Gunung Tabur Belum Memenuhi Syarat‎

Rabu, 19 November 2025

NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Upaya pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Berau masih tertunda karena lahan di Gunung Tabur yang berada di Simpang Tiga Maluang menuju Tanjung Selor. belum memenuhi standar kesiapan yang diminta pemerintah pusat.

‎Program ini mensyaratkan daerah menyediakan lahan siap bangun seluas 5–10 hektare, sementara kondisi di Gunung Tabur baru sebatas cut and fill/land clearing.

‎Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, menyampaikan bahwa keterbatasan biaya menjadi kendala besar.

‎“Kita baru sampai cut and fill atau land clearing. Itu juga biayanya sangat terbatas. Jadi sampai mana cakupan land clearing belum bisa kita pastikan,” ungkapnya. Rabu (19/11/2025) saat ditemui di kantor.

‎Ia menjelaskan bahwa proposal pembangunan untuk tahun 2025 ditolak pemerintah pusat karena lahan belum memenuhi kriteria.

‎“Lahan kita ditolak karena belum siap bangun. Pusat mintanya lahan benar-benar flat dan siap bangun. Kita saat itu belum siap.”

‎Iswahyudi menegaskan bahwa tantangan serupa juga dialami banyak daerah lain.

‎“Ini bukan hanya terjadi di Berau. Aceh, Kutai Timur, dan wilayah Kalimantan Timur lainnya pun kesulitan. Mencari tanah rata 5–10 hektare itu bukan hal mudah.” ujarnya

‎Meski begitu, pihaknya tetap menyiapkan lahan sembari menunggu instruksi lanjutan dari pusat.

‎“Kita tetap siapkan semampunya. Kalau nanti pusat memberi informasi untuk dilanjutkan,mudah-mudahan kita sudah siap.”

‎Dengan kondisi saat ini, lahan Gunung Tabur belum dapat digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

‎ “Untuk saat ini iya, belum masuk kategori siap membangun, dan untuk lahan mana nanti yang akan dibangun kita masih melihatlah dimana yang cocok,” tutupnya.

Reporter : Akmal

Bagikan