Minim Armada Air, Pemadaman Kebakaran di Berau Masih Bergantung Darat

Jumat, 9 Januari 2026
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat

NUSANTARAKALTIM,TANJUNG REDEB – Penanganan kebakaran pemukiman di Kabupaten Berau masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. Sepanjang tahun 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau mencatat sebanyak 49 kejadian kebakaran pemukiman, atau turun dari 54 kejadian pada 2024.Meski mengalami penurunan, beban kerja petugas pemadam kebakaran dinilai masih berat. Pasalnya, BPBD Berau hingga kini belum memiliki armada pemadam berbasis air, sementara wilayah permukiman banyak berada di sepanjang aliran sungai.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengungkapkan bahwa penambahan armada pemadam memang sempat dilakukan pada 2024 lalu berupa tiga unit mobil damkar. Namun untuk sarana pendukung lainnya, masih jauh dari kata ideal.

“Untuk armada air seperti fire boat dan fire rescue sampai sekarang belum ada. Padahal Kabupaten Berau memiliki dua DAS besar, yakni Sungai Kelay dan Segah, dan banyak permukiman berada di bantaran sungai,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Ia juga menyoroti kondisi hidran kota yang belum berfungsi maksimal. Meski telah terpasang di sejumlah titik di Tanjung Redeb, Sambaliung hingga Teluk Bayur, sebagian besar hidran tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal saat terjadi kebakaran.

“Kondisi ini membuat penanganan kebakaran masih sangat bergantung pada armada darat. Kalau ada armada air, tentu pemadaman di kawasan bantaran sungai bisa jauh lebih cepat,” jelasnya.

Meski demikian, BPBD Berau tetap memprioritaskan kesiapsiagaan di wilayah perkotaan. Setidaknya, armada yang ada saat ini disiagakan agar dapat merespons kejadian kebakaran secepat mungkin.

Reporter : Akmal | Editor : Sarno

Bagikan