NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Keterbatasan infrastruktur kelistrikan masih menjadi persoalan serius dalam pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Berau, khususnya di objek wisata yang berada di tengah hutan.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama PLN, Bapelitbang, Dinas Pariwisata, Inspektorat dan sejumlah OPD telah melakukan rapat koordinasi terkait dukungan kelistrikan di kawasan wisata.
“Sebagian objek wisata sudah teraliri listrik, tapi sebagian lainnya belum. Untuk wilayah seperti Tambalang yang berada di tengah hutan, penambahan jaringan listrik membutuhkan investasi yang sangat besar,” ujar Didi.
Ia menjelaskan, menurut perhitungan PLN, pembangunan jaringan listrik di kawasan hutan memerlukan biaya tinggi karena akses yang sulit.
Bahkan, untuk membangun satu kilometer jaringan, dibutuhkan pembukaan akses hingga beberapa kilometer di dalam hutan.Sebagai alternatif, PLN menyarankan penggunaan solar cell.
Namun, opsi ini juga memiliki kendala, mulai dari mahalnya baterai hingga belum adanya sistem penjagaan di kawasan wisata.
“Solar cell bisa jadi solusi, tapi baterainya mahal dan belum ada pengamanan. Karena itu, kami masih mencari solusi terbaik bersama PLN,” tambahnya.
Untuk itu, Diskominfo Berau merekomendasikan dilakukan pendataan ulang seluruh kawasan wisata yang memungkinkan dialiri listrik, sekaligus memetakan solusi bagi kawasan yang belum terjangkau jaringan PLN.
Reporter : Akmal | Editor : Sarno





