Listrik Byarpet di Pustu Suaran Lumpuhkan Alat Medis

Senin, 16 Februari 2026
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie.

NUSANTARAKALTIM, TANJUNG REDEB – Gangguan listrik yang kerap mati-nyala di Puskesmas Pembantu (Pustu) Suaran, Kecamatan Sambaliung, memicu alarm serius bagi pelayanan kesehatan dasar di kampung tersebut.

Persoalan ini membuat sejumlah alat medis tak dapat difungsikan maksimal, bahkan menyebabkan kerusakan pada fasilitas penyimpanan vaksin.

Dinas Kesehatan Kabupaten Berau (Dinkes) pun menempatkan Pustu Suaran sebagai salah satu prioritas pembenahan pada 2026. Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, mengatakan persoalan kelistrikan menjadi titik krusial yang harus segera ditangani.

“Listrik yang tidak stabil berdampak langsung pada operasional alat kesehatan. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan dan mutu pelayanan,” ujar Lamlay, Senin (16/2/2026).

Laporan yang diterima Dinkes menyebutkan, perangkat laboratorium di Pustu Suaran kerap tidak dapat digunakan secara optimal akibat fluktuasi daya. Mesin rekam jantung (EKG) juga mengalami gangguan serupa karena sensitif terhadap perubahan tegangan listrik.

Dampak paling serius terjadi pada satu unit lemari pendingin vaksin yang rusak akibat korsleting. Kerusakan ini berisiko mengganggu rantai dingin (cold chain) penyimpanan vaksin, sistem yang mensyaratkan suhu stabil agar efektivitas vaksin tetap terjaga.

“Kalau rantai dingin terganggu, maka kualitas vaksin bisa menurun. Ini tentu tidak boleh terjadi karena menyangkut perlindungan masyarakat dari penyakit menular,” kata Lamlay.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pembenahan sarana dan prasarana di Suaran tak bisa lagi ditunda. Dinkes berencana mengawal perencanaan dan penganggaran agar perbaikan dapat direalisasikan melalui APBD Perubahan tahun ini.

Lamlay menjelaskan, rencana pembangunan di Suaran merupakan kelanjutan dari program sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa kali ini fokus tidak hanya pada fisik bangunan, melainkan juga penguatan infrastruktur penunjang seperti sistem kelistrikan.

“Kami ingin memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar fungsional. Percuma gedungnya bagus kalau listriknya masih byarpet dan alat medis tidak bisa dipakai,” tuturnya.

Selain Suaran, dua pustu lain di Kecamatan Sambaliung, Long Lanuk dan Tanjung Perangat, juga masuk dalam agenda pembenahan karena persoalan bangunan yang sudah menua. Namun, dibandingkan dua titik tersebut, problem di Suaran dinilai paling mendesak karena berdampak langsung pada alat kesehatan vital.

Dinkes Berau memastikan koordinasi dengan puskesmas induk dan pihak terkait akan diperkuat selama proses pembenahan berlangsung. Langkah ini untuk menjamin pelayanan tetap berjalan aman bagi pasien.

“Diupayakan segera agar Pustu Suaran dapat kembali menjalankan fungsinya secara optimal sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat kampung, tanpa dihantui risiko listrik padam yang mengancam mutu layanan medis,” pungkasnya.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Sarno

Bagikan